Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Posts tagged ‘Ulung’

Ketika Aku Meragukanmu

Ketika aku meragukanmu, aku memberi waktu untuk diriku sendiri, memberi waktu untuk sejenak merenungkan kembali apa yang telah aku lewati denganmu.

Pertama mungkin aku akan memikirkan segala hal tentang kekuranganmu, segala hal tentang dirimu yang aku tidak suka. Dan segala hal yang membuatku meragu padamu.

Sebenarnya aku tidak suka dengan kamu yangGambartidakdisiplin, kamu yang terlalu cuek, kamu yang sukanya ngegame sampai lupa bales sms aku, lupa bales bbm, juga kamu yang kadang gak ngerti perasaanku. Kamu juga kadang tidak peka terhadapku. Kamu gak bisa romantis seperti pangeran yang di film-film klasik. Kamu tidak terlalu ekspresif. Yupp, aku rasa aku adalah wanita seperti kebanyakan. Its normally, kebanyakan wanita suka dipuja-puji, disayang-sayang, dimanja-manja. Dan lebih-lebih DIMENGERTI ala wanita. Mungkin problematika ini yah hampir sama dengan yang lain yang bisa bikin suatu hubungan jadi banyak cekcok dan ributnya.

The biggest poin adalah hal yang paling mendasar dari sebuah hubungan yang akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius adalah soal keyakinan. I called it about “religion.” I knew, this is your weakness, but i believe i can make you better. Awalnya aku memang ingin memutuskan hubungan denganmu karena hal ini. Tapi setelah aku meminta kepada-Nya, rasanya aku semakin didekatkan denganmu. Aku juga membaca sebuah tulisan di perpustakaan kampusku, jika ingin mengubah orang lain, hal pertama yang harus kau lakukan adalah mengubah dirimu sendiri. Inilah yang membuatku yakin bahwa kamu akan berubah jika aku juga berubah. Maka aku menjadi rajin dalam hal ibadah dan banyak berdoa untukmu semoga kau lebih didekatkan lagi pada-Nya.

Jika aku sudah selesai mengoreksi habis-habisan kekuranganmu, memaki habis-habisan sikapmu yang tidak aku sukai. Perasaan marah, benci, kecewa seringkali menguap begitu saja dalam hitungan sepersekian detik. Amazing banget ya hati dan pikiran wanita itu. Hehehehehehe terutama hati dan pikiranku.

Perasaan-perasaan yang buruk campur aduk itu menguap begitu saja ketika aku teringat kenangan-kenangan kita dulu. Kenangan awal-awal kita menjalin hubungan. Waktu itu aku masih ingat saat hujan-hujan, aku nunggu kamu di kosku. Kamu pulang kuliahnya sore. Waktu itu hujan deras sekali. Kamu ke kosku sudah setengah basah kuyup. Aku ingat aku punya pakaianmu yang habis aku londri. Lalu aku ambilkan handuk untuk mengerungkan badanmu dan kuberi kau baju ganti. Waktu itu kita cerita gak jelas apa ceritanya aku lupa. Tapi yang jelas setelah itu kita memakai payung masing-masing satu, dan jalan ke penjual bakso dekat kos. Kita makan lah itu bakso. Kemudian tercetuslah ide gila saat hujan lebat. Aku ingin hujan-hujanan. Seperti anak kecil yang punya mainan baru, kita jalan sampai kampusmu di tengah hujan lebat. Hahhahahahha aku ingat sekali waktu itu, kamu cuma geleng-geleng kepala nggak jelas. Trus kita balik lagi ke kosku, eh ditengah jalan kamu nerjang aliran air yang lumayan deras, sandalmu terbawa arus trus kita ngejar sandalmu.. ahhahahhahahahahha …romantis ya, bagiku… aku gak bisa lupa kenangan saat hujan itu.

Aku juga ingat waktu malam-malam aku nekat pulang dari solo ke semarang karena sejujurnya sih kangen kamu. Aku nekat pulang dari dinas sore waktu itu jam 9 malam aku baru pulang. siap-siap terus naik bus dari solo jam 11 malam. Kamu rela tengah malam jemput aku di terminal banyumanik padahal besoknya kamu harur nganter ibumu sama adekmu. Lebih-lebih waktu itu aku turun di terminal tapi aku gak nemuin kamu krna ternyata kamu di sisi yang lain. aku marah-marah ke kamu. Kamu masih saja perhatian sama aku. Kamu gak ngomong apa-apa cuman ngeliatin aku. Aku seneng sih, tapi malu soalnya udah keduluan marahnya. Trus sampai di gang kos ku ternyata sudah di portal, motormu tidak bisa masuk. Kamu rela gendong aku dari gang kosku sampai depan kos krena ngelihat aku kecapekan. Aku beruntung banget bisa digendong kamu, bisa merasakan langsung punggungmu yang lebar dan hangat, bisa memeluk pundakmu yang besar, mencium aroma tubuhmu lekat-lekat. Dalam hatiku langsung bilang “this is my man, only mine.” Kamu juga nungguin aku sampai aku dibukain pintu kos. Romantis banget.

Aku juga ingat saat aku mengantar makanan untukmu di kampus kalau kamu belum makan siang, membuatkanmu puding, mengajakmu makan malam. Aku pernah mengantarkanmu bekal ke kampus dan kita berdua duduk di bawah pohon yang rindang itu. Waktu itu aku lagi sebel sama kamu, tapi aku tetep pengen ketemu kamu. Sebenarnya ngantar bekal Cuma alasanku aja pengen ketemu kamu. Tapi aku seneng ngliatin kamu makan, apalagi kamu makannya sampai habis. Aku yakin kamu juga senang tapi kamu gak pernah bilang sama aku. Kadang hal-hal yang aku tidak suka seperti kamu terlalu cuek itu bsia bikin daya tarik tersendiri untukku. Cuman kadang kalau cueknya keseringan aku suka marah-marah sih. Hehehehe

Suatu ketika aku juga mengingat bahwa sebenarnya betapa rapuhnya kamu, betapa lemahnya kamu. Waktu itu ibu mu meninggal. Aku melihatmu duduk tersimpuh di lantai di bawah jenazah ibumu. Aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Inikah kamu yang sebenarnya, beginikah sebenarnya hati lelaki tangguhku, begitu lemah, begitu rapuh. Lelaki yang biasa menggendongku, menemaniku, mengantarkanku kemana saja aku mau, lelaki yang biasa tertawa denganku, yang darinya aku dihapus airmatanya. Hari itu aku melihatnya, sorot matany meski dia tidak menangis, aku tau di dalam hatinya dia menangis keras. Aku tau dia sebenarnya merasakan duka yang sangat mendalam. Tapi baginya menangis adalah hal tabu dan terlarang. Mulai saat itu aku berjanji pada diriku sendiri dna pada Tuhan bahwa aku tidak akan meninggalkan laki-laki ini.

Begitulah setiap kali aku dilanda keraguan akanmu. Caraku menghapus keraguan itu, seperti yang aku tulis. Ada banyak hal dan kisah yang membuatku yakin bahwa kamu memang diciptakan untukku. Seperti cerita-cerita rahasia kita berdua, aku juga selalu mengingatnya. Semoga memang kita tercipta dan ditakdirkan untuk bersama.

Satu hal lagi, lalu kapan kau akan melamarku? Bukankah hari itu akan segera tiba?

🙂

Aku mencintaimu

Aku juga ingin menikah denganmu 🙂

Ulung Dwiputra Wijaya in Planet Ban

Alhamdulillah, Ulung Dwiputra Wijaya sudah keterima kerja lagi di PT Surganya Motor Indonesia, tepatmnya jadi assistant kepala toko..ya meski gajinya gak sebanding dengan kerjanya,,tapi aku bersyukur akhirnya dia bisa belajar lagi mencari pengalaman sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Terimakasih ya Allah engkau berikan rejeki yang halal untuknya…

ini potonya yang sedang kecapekan…huhuhuhuhuhu..ngegemesin deh ini orang..
I love you Kio Chan

Bad Boy is Ulung Dwiputra Wijaya

Nama pria ini adalah Ulung Dwiputra Wijaya, anak kedua dari Alm Bapak Sutardi Singawijaya. Teman-teman memanggilnya dengan Ulung. Sebuah nama yang cukup unik menurutku. Ulung itu berarti ulet, handal, ahli, piawai, dan segala macam yang berarti hebat. Mungkin Ayahnya menginginkan putra keduanya menjadi manusia yang handal, hebat dan piawai. Itu kesimpulan pribadiku yang aku ambil setelah mendengar nama lengkapnya.

Saat aku menulis artikel ini, usianya 21 tahun 6 bulan 6 hari. Zodiacnya adalah scorpio. Dia ini tipikal pria yang aku bilang cukup macho, manis, dan memiliki ciri khas laki-laki. Tubuhnya yang tangguh dan dadanya yang cukup bidang cukup membuat gadis sepertiku bernafsu untuk memeluknya dan didekapnya. Aku bilang dia bernafas seperti lelaki karena dia memang lelaki tulen. Meski sekarang perutnya yang mulai tambun, membuatku rindu jika sehari saja tidak mencubitnya.

Dia sekarang sedang disibukkan dengan urusan pendidikannya yakni sedang menempuh Tugas akhir sebagai syarat kelulusan Diploma. Ya, dia adalah mahasiswa jurusan teknik mesin konsentrasi perawatan mesin di sebuah Politeknik di Kota semarang. Selain kesibukan kuliah, dia juga adalah anak yang cukup rajin membantu ibunya. Dan salah satu kesibukannya yang bisa dibilang cukup menyita waktu dan tidak lazim adalah melayani semua tingkah aneh gadis sepertiku. Yup, dengan sangat bangga dan percaya diri kubilang “Aku Jeanny Ivones adalah kekasih dari Ulung Dwiputra Wijaya, cowok terkeren, pria termacho, dan lelaki tangguh yang sudah memiliki hatiku.”

Ulung ini adalah tipikal lelaki Bad Boy menurutku, dia itu sedikit “nakal”. Dan baru aku tau setelah menjalin hubungan dengannya selama lebih satu tahun tepatnya saat ini satu tahun 17 hari, hemm sungguh bukan tipikal lelaki yang membosankan. He has a taste. Dia punya “hal” yang akan selalu dirindukan wanita. Aku juga heran kenapa aku selalu merindukannya, hampir setiap hari kita bertemu, tapi rasanya setiap hari aku juga rindu. Begitulah yang kurasakan jika bersamanya, senang, sebel, jengkel, rindu, gemas, dan segala macam rasa.

Awalnya aku sungguh tidak tertarik dengan dia. Bagiku dulu dia itu hanya cowok dekil, kumal, gak rapi, tiak doyan belajar, suka kelayapan, dan jenis lelaki tidak jelas. Aku langsung memberikan stereotype demikian saat pertama kali melihatnya. Waktu itu, dia memakai celana pendek, rambutnya yang panjang dikuncir kuda, bajunya yang selalu berwarna gelap (hei hei, kebanyakan baju lelaki memang begitu aness), dia yang hitam (tapi manis sih kalo dilihat-lihat, hahaha), dan terlihat tidak pernah mandi (itu karena dia belum mandi). Aku sungguh sangat anti dengan pria macam demikian. Bayanganku saat itu, amit-amit aku punya pacar kayak dia.

Aku mengenalnya dari teman satu kamarku Nurul Fikriyah yang satu kampus tapi beda jurusan. Dulu mereka sering bermain atau jalan bersama dengan teman yang lain ada Fadha, adhy, Zek, Hemas, Nyit-nyit, dan siapa lagi ya aku lupa. Hehehe. Awal aku mulai dekat dengannya adalah saat temenku ini sering keluar malam, dan aku lah yang selalu jadi satpam untuk membukakan pintu kos. Waktu itu kalau tidak salah nurul menghubungi hapeku menggunakan nomornya.

Singkat cerita, semua berawal dari keberangkatanku ke Jakarta untuk hospital tour. Aku meminjam camera digital milik Ulung ini. Saat itu posisi statusku masih tidak jelas aku berhubungan dengan siapa. Aku meminjam cameranya. Dia datang malam-malam dnegan adhy, dan aku sedang dikunjungi oleh lelaki yang saat ini entah kemana rimbanya. Aku melihatnya hanya kupandang sebelah mata, karena bagiku dan buatku dia itu lelaki yang telah kuberi stereotype seperti diatas kusebutkan. Sama sekali tidak menarik dan tidak membuatku tertarik. Cukup hanya sebagai kenalan saja.

Sesungguhnya kawan, aku sudah termakan dengan omonganku sendiri. Ya, buktinya lama-kelamaan stereotype yang sudah kubangun runtuh seketika saat aku melihatnya berbeda bentuk ehmmm maksudku penampilan dan ketika aku sudah mengenalnya lebih jauh dan dalam.

Niatku mengembalikan kamera dan sebagai tanda ucapan terimakasihku adalah dengan alibi mengajaknya makan malam. Saat itu aku ingat betul aku memakai kerudung merah, rok merah, baju putih dan cardigan abu-abu. Sedangkan ulung memakai celana pendek dengan jaket hitamnya. Aku mengiriminya pesan untuk berjanji bertemu dan makan bersama, jam 08.00 malam sepulangnya dari kuliah. Dan aku juga heran denganku kawan, kenapa aku merasa ulahku ini sembunyi-sembunyi seperti aku tidak ingin orang lain terutama teman sekamarku tau akan hal ini, bisa berakibat jadi polemic dan gossip.

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, padahal aku sudah bersiap dari 15 menit yang lalu. Huffttt belum datang juga. Ini orang gak bisa ontime pikirku. Kukirim pesan padanya menanyakan dimana dan jadi atau tidak. Dia bilang baru pulang kuliah. Aku sudah mengecapnya sebagai lelaki yang tidak ontime saat janjian, ahh bukan tipeku. Waktu berlalu dan akhirnya suara motor vega mulai terdengar. Ulala, dia seperti pangeran masa kini yang menunggangi kuda vega biru. Upppsss, aku tidak akan tertarik aku tidak akan tertarik, begitu kataku dalam hati. Setelah semua semakin jelas dan dia ada dihadapanku. Oh My God, he was different than I expected. Dia berubah, lebih rapi, lebih segar, lebih terlihat manis, lebih lebih dan lebih..sepertinya aku tertarik. Hmmmmmm….thats really really a man.

Makan malam pun sudah seperti konferensi pers untukku. Bagaimana tidak sepanjang acara makan malam ini aku banyak sekali bercerita. Baru kutau dia ini adalah lelaki yang mau mendengarkan, dan dia adalah pendengar yang baik (point yang kusuka). Juga aku suka pada saat dia mendengarkan aku bercerita. Aku sepertinya benar-benar mulai tertarik padanya. Acara makan malam selesai dan dia mengantarkanku pulang, aku merasa malam itu tak ingin berakhir sampai disitu saja, tapi aku segera tersadar bahwa dia itu bukan siapa-siapaku dan hanya sebatas teman, aku yakinkan lagi bahwa dia itu bukan tipeku. Aku mengucapkan terimakasih atas acara makan malam yang sangat menyenangkan.

Oh Tuhan, dari hari ke hari aku mulai merindukannya, mungkinkah aku jatuh cinta padanya. He isn’t my type but I really miss him, I wanna meet him soon.

Saat ini dia adalah kekasihku, sahabatku, dan segalanya bagiku setelah orang tua dan keluargaku. Di kota semarang ini, dialah satu-satunya yang bisa kuandalkan dan dialah satu-satunya yang dapat mengertiku. Aku selalu merindukannya, merindukan kekonyolan yang dia buat, aku rindu digoda olehnya meskipun kadang aku jaim tapi aku jujur sangat suka. Aku rindu saat aku memegang lengannya yang kuat, mencium tangannya yang kasar dan besar. Aku rindu saat dia memelukku. Perutnya yang tambun itu aku rindu untuk mencubitnya. Rindu pada kumis dan janggutnya yang kasar meski kadang aku mengeluh jika dia mendekatiku menggunakan itu. Aku juga rindu dia yang selalu menuruti keanehan dan kegilaanku. Aku rindu padanya, setiap hari dan aku selalu mengharapkan kedatangannya. Jujur saja sampai saat ini pun jika aku hendak bertemu dengannya aku masih merasa berdebar-debar seperti kencan pertamaku dengannya. Dan aku masih harap-harap ceams seperti aku baru jadian dengannya.

Doaku untuk kekasihku Ulung Dwiputra Wijaya, semoga engkau sehat selalu. Semoga Allah melindungimu dimanapun kau berada. Jadilah kamu Hamba yang taat pada Allah, anak yang berbakti da orang tua, saudara yang pengasih, Imam yang baik, lelaki yang kuat, teman yang penyayang, dan pribadi yang tegar , tangguh, dan sabar. Semoga kelak aku bisa menjadi istrimu :D, saat kau jadi suamiku nanti, InsyaAllah aku akan senantiasa berbakti padamu karena kau adalah imam untuk keluarga kita nanti.

I love you, aku sayang kamu, dan aku selalu merindukanmu..

😀

Awan Tag