Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Posts tagged ‘sayang’

Galau beda pulau (Semarang-Samarinda)

“Beb, aku mau dikirim ke samarinda.”

Begitulah smsmu waktu itu, bebrapa hari yang lalu. I speechless. Aku nggak ngerti mesti ngomong apa kala itu. Betapa cepatnya, betapa singkatnya, baru saja seminggu kau pergi dariku, kau sudah mau pergi yang lebih jauh lagi. Jika kita masih berada dalam satu pulau, kupikir itu tidak terlalu buruk. Ini lain pulau, dan lain waktu.

Aku takut..

Aku takut jika nanti aku sangat merindukanmu dan aku tidak bisa menelponmu karena kau sibuk. Aku takut jika nanti kau tak rindu lagi padaku. Aku takut kamu kenapa2 disana, aku takut kamu sakit dan tidak ada yang menjaga. Lebihnya aku takut sendirian di kerumunan tanpamu, aku takut aku tak terjaga, aku takut tak ada tempat tuk bersandar, aku takut tak ada tempat berkeluh kesah. Dan aku takut kau jadi super sibuk hingga aku tak dapat lagi perhatianmu.

TAPI, aku harus buang jauh-jauh rasa takut itu. Hallo sayang, aku bukan pengecut. Aku tak akan terkalahkan hanya karena jarak, waktu, dan tempat. Aku tau dan yakin bahwa rasa sayangku ditambah dengan kesabaran serta kepercayaanku padamu, aku bisa melewati ini semua. Aku sayang padamu Kio chan.

Samarinda, hummm..tak apa jika kita lama tak bersua mestinya nanti akan lebih hangat jika kita bersua. Tak apa kita tak saling berjabat, asal bibir masih dapat berucap meski hanya lewat telepon. Aku masih bisa mengirimmimu pesan setiap hari, mengatakan aku cinta padamu, aku rindu, menanyakan keadaanmu, sudahkah kau makan, sehatkah kau, bagaimana disana, hujankah?,,,begitu setiap waktu tak peduli kapan kau sempat membacanya.

Ulung Dwiputra Wijaya, aku akan selalu menemani langkahmu meski kita tak bersama dalam satu tempat. Paling tidak aku ada disini, datanglah padaku kapanpun kau mau, akan kusambut dengan pelukanku. Ulung Dwiputra Wijaya, biarkan seluruh orang di dunia tau akan hal ini.

Sayangku, jelajahilah dunia ini, jelajahi sayang, jelajahi saja…karena kelak ketika kita menghabiskan malam bersama selalu akan ada cerita menarik tentang itu, ataupun kau bisa menceritakan petualangan2mu yang hebat untuk anak-anak kita nantinya. Aku menantikan kisahmu sayang.

I love you, and sampai ketemu di suatu waktu ya sayang..

Peluk ciumku untukmu, dan doaku selalu menyertaimu..

Iklan

Maaf, waktu itu aku gila.

Aku merasa bahwa terkadang kamu tidak begitu atau bahkan tidak sama sekali menyayangiku. Kadang aku merasa kau mengacuhkanku. Lalu aku akan bertanya-tanya dimana letak salahku atau apa yang telah aku lakukan atau bahkan dimana kekuranganku. Seringkali aku melihatmu lebih excited terhadap hal-hal lain di luar aku. Sebagai contoh kecil misal, setiap kali aku update status di FB atau aku komen di timeline-mu, kamu tidak menggubrisnya. Bahkan aku juga lihat kalau kamu excited sama segala yang dibuat oleh orang yang pernah sama kamu. Jujur aku cemburu, aku mungkin bisa dibilang cemburu buta. Tapi, that’s me. Dan kenapa aku merasa demikian, cobalah kamu pahami perlahan-lahan. Kamu pasti akan tau.

Aku sudah bertindak terlalu jauh mungkin. Beberapa teman FBmu yang aku tidak suka, seperti Aiiu Oktaviani (Ayuk oktaviani) dan beberapa FB bayangannya aku meremovenya dari FB. Oke buat mbak Ayuk maaf. Baiklah disini aku akan menuliskan kenapa aku meremovenya.

Suatu ketika aku sedang bersamamu, kamu pasti ingat malam dimana aku menyiramkan air teh kepadamu. Kisah sebelumnya ingatkah kau?? Saat itu kau begitu intense sms ria dengan mantanmu itu, nmaanya Eka. Aku tidak suka, jelaslah. Karena apa? Karena aku tau dia orang yang pernah dekat dneganmu. Wanita seperti aku ini sangat amat mudah dibakar rasa cemburu. Aku bersikeras untuk merebut hapemu dan aku balas smsnya. Mungkin dia bingung, atau bahkan mereka-mereka menertawaiku. Aku tidak ambil pusing lah. Lalu aku berkata sesuatu, tentunya kau masih ingat… ini pertama kalinya aku mengusik sesuatu hal yang berhubungan dengan perjalanan kehidupan asmaraku. Sumpah, ini pertama kali aku berani melakukan hal-hal yang sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan melakukan ini.

Beralih ke wanita satunya, mbak ayuk. Di hapemu tertulis nama Ajug. Sebenarnya aku dari awal tidak suka dengan wanita ini karena apa? Karena aku merasa orang ini sudah mencuri perhatianmu dariku. Waktu itu bulan puasa, kau ada PKL di magelang. Ingatkah sayang?? Kuharap kau masih mengingatnya. Posisiku jauh, aku di jawa timur dan kau di jawa tengah. Malam itu kita sms-an, ingat kan sayang? Sedang asik-asiknya, tiba-tiba kau sms aku dnegan salah menyebutkan nama. Dan hebatnya lagi, kamu sedikit ada rayuan disitu. Jujur aku sangat kecewa dengan ini. Bagaimana bisa aku yang kekasihmu aku yang pacarmu ini, kau tidak pernah merayuku dank au merayu wanita lain. FUCK!!!!,,aku menulis ini dnegan geraham yang gemetar dan gigi bergemeletuk. Aku masih marah jika ingat itu. Dan disitu bukan tertulis namaku, tapi namanya. Dan itu jelas bukan buatku. Dan dan dan..dan parahnya lagi kamu Cuma bilang salah kirim. Ah kau ini bodoh, bodoh, bodoh, dan amat teramat sangat. Inilah awalnya aku tidak menyukai AYUK OKTAVIANI. Terlebih lagi pada saat malam bersamaan dengan kejadian si EKA itu, esoknya dia juga sms dan maaf sedikit menyinggung profesiku. Kamu tau kan sayang???

Lalu apa selanjutnya yang aku lakukan? Tentu aku meremove Eka yang pertama dari FBmu…meskipun pada akhirnya aku yang minta maaf duluan padanya dan akhirnya kami berteman baik, meski kadang aku masih cemburu jika kamu sedikit saja perhatian padanya. Dalam konteks teman sekalipun, aku tetap membenci itu.

Kedua, selang beberapa lama. Si AYUK ini masih saja ber sms ria denganmu. Aku heran dimana letak kesadaranmu, dimana letak rasa hormatmu padaku. Kamu masih saja meladeninya, ya memang dia temanmu, lebih kenal pertama dia ketimbang aku. Sampai pada akhirnya ada suatu chat yang tentunya mbak ayuk ingat dan kamu juga ingat chattingan tersebut. Baiklah aku tidak akan mengulasnya disini. Biar nanti jika ada yang tau seluk beluk persoalan ini yang angkat bicara. Who knows, jika ternyata ayuk sendiri yang angkat bicara..I hope so.

Dan dari peristiwa tersebit kamu janji kepadaku untuk tidak menghubunginya lewat via manapun, baik media internet maupun hape. Dan berjanji tidak akan menemuinya lagi. Kamu ternyata tidak menepatinya. Kamu masih berhubungan dengan dia. Lalu aku remove saja dia dari FB mu dan tentunya aku hapus nomornya dari hapemu. Dan kehebatanku adalah aku bisa mengingat nomornya, jadi jika kau berbohong padaku aku kan tahu.

Kini kamu tau kenapa aku terkadang merasa kamu tidak menyayangiku. Karena itu tadi. Hal-hal kecil seperti status FB, atau apalah itu..sms-sms yang romantic,,…kadang aku iri, iri dan dengki.

Kenapa kamu bisa dengan yang lain sedangkan denganku tidak???

Apa yang salah denganku? Atau apa kekuranganku??

Banyak yang menganggap dan bilang bahwa aku ini super posesif. Ya memang aku akui demikian. Aku tidak bisa sehari tidak mendengar suaramu, aku tidak bisa sehari tidak bertemu denganmu jika kita dalam posisi dekat. Dan aku harus tau dimanapun kau berada karena aku gampang berpikiran negative.

Kesalahanku memang banyak padamu, pada teman-teman spesialmu, pada banyak orang.

Untukmu, aku berharap kamu mengerti posisiku. Aku berharap kamu lebih menyayngiku lagi, dan setiap hari lebih lebih lagi sayang padaku. Untukmu yang selalu aku repotkan, bersabarlah. Dapatkah kau percaya padaku bahwa suatu saat nanti aku akan berubah menjadi yang lebih baik?? Dapatkah kau mempercayaiku bahwa aku akan jadi lebih bijaksana?? Dan untukmu, aku menyayangimu lebih dari yang kamu tau. Aku selalu merindukan kecupanmu yang lembut, genggamanmu yang erat dan pelukmu yang lekat. Aku juga selalu merindukan nafasmu yang hangat dan suaramu yang berat. Selalu aku membayangkanmu, dan juga sekarang ada orang yang selalu tak lupa kusebut dalam doaku, kamu sayang.

Untukku, tumbuhlah aku menjadi seorang yang lebih pandai-pandai dalam bertindak, jadilah kau bijaksana, jadilah kau ornag yang banyak dicari orang lain lantaran bukan karena kebodohan yang kau buat melainkan senyumanmu yang tulus. Dan untukku, bisakah kamu tidak mencerca kekasihmu yang sudah sedemikian sabarnya menghadapi tingakah konyolmu. Dan untukku, semoga kesabaranmu tidak terbatas…

Sepertinya aku juga harus minta maaf pada banyak orang yang sudah aku jadikan korban atas tingkah laku obsesi dan anarkisku.

Untuk seorang wanita yang kini sudah menjadi teman baikku, Eka Rantum Apriliani. Sudikah kiranya kau memafkanku, maaf yang benar-benar tulus sekali lagi. Mudah-mudahan dari peristiwa ini kau juga tidak akan melakukan hal bodoh seperti aku. Aku mengenalmu sekarang dan kusadari betapa kau juga menyayangiku. Aku tau kau sayang padaku, dan maka sepantasnya aku juga akan menyayangimu. Aku ingin bersahabat denganmu lebih lama lagi dari yang kita bayangkan. Dan satu keinginanku adalah aku ingin menginap dirumahmu. Dan aku akan katakana betapa beruntungnya aku bertemu orang sepertimu. Terimakasih kawan atas persahabatan yang indah.

Dan untuk mbak Ayuk Oktaviani, sudilah kirnya mbak memaafkanku, dan bisakah kita berteman, berkawan, atau mungkin lebih dari itu. Aku minta maaf padamu, aku merasa tidak adil padamu. Mungkin terlambat bagiku untuk mengatakannya. Sejujurnya aku ingin belajar banyak darimu bagaimana berkawan yang baik. Sekali lagi aku minta maaf atas segala khilafku. Anggap saja waktu itu aku sedang diserang penyakit gila. Ya aku memang orang gila. Dan sudilah kiranya mbak ayuk memaafkanku. Aku disini minta maaf secara tulus mbak. Mungkin terkesan tidak gentle karena tidak langsung pada orangnya. Ya anggaplah ini suatu awal untuk memulai sesuatu yang baik dan mengakhiri yang buruk. Maaf dan maaf serta maaf yang hanya bisa kutuliskan.

Dan untuk semua orang..

Meminta maaf lebih dulu tidak ada salahnya, dan ternyata persahabatan itu indah….

Salam hangat dariku

Jeanny Ivones, Si Gila Tak Berakal

Maafin kak Nes

Awan Tag