Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Posts tagged ‘sakit’

Keterkaitan antara Spiritual, Kesehatan dan Sakit

Keyakinan spiritual sangat penting bagi perawat karena dapat mempengaruhi tingkat kesehatan dan perilaku self-care klien. Keyakinan spiritual yang perlu dipahami antara lain :

  1. Spiritual sebagai penuntun kehidupan sehari-hari

Praktik tertentu pada umumnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan mungkin mempunyai makna keagamaan bagi klien, seperti tentang makanan diet. Klien dengan keyakinan atau agama tertentu misalnya tidak boleh makan makanan yang dilarang dalam ajaran agama. Keyakinan akan hal makanan ini biasanya disebut jalal dan haram. Untuk itu perawat sebaiknya mengetahui hal apa saja terkait dengan keyakinan yang dianut oleh pasien termasuk dalam hal makanan.

  1. Sumber dukungan

Spiritual sebagai sumber dukungan merupakan hal yang penting dalam diri klien. Saat stress, individu akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya. Dalam hal ini, individu akan merasa tenang dan damai saat merasa dekat dengan Tuhannya.

  1. Sumber kekuatan dan penyembuhan

Individu bisa menahan distress fisik yang luar biasa karena mempunyai keyakinan yang kuat.

  1. Sumber konflik

Pada situasi tertentu, bisa terjadi konflik antara keyakinan agama dengan praktik kesehatan, seperti pandangan penyakit.

Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dna tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan, dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf.

Dwidiyanti, M. Keperawatan Dasar. Semarang : Penerbit hasani. 2008

Iklan

Batita Kreatif : Berani Kotor Itu Baik

Gambar

Berani Kotor Itu Baik

Salah satu slogan  iklan sabun cuci yang dulu pernah muncul di televisi bahwa dengan berkotor-kotoran itu tidak masalah bagi anak-anak. Tidak masalah baju mereka kotor karena ada sabun tersebut yang bisa membersihkan sampai bersih. Anak-anak pun bebas bermain tanpa orang tua takut baju mereka tetap kotor meskipun tetap dicuci.

Pertama kali saya mendengar atau membaca slogan iklan tersebut, saya belum begitu memahami apa sebenarnya makna sebenarnya dari slogan iklan tersebut. Sampai pada suatu kejadian saya baru memahami bahwa dengan “Berani kotor itu baik.”

Cerita ini adalah cerita dari tetangga sebelah rumah saya. Tetangga saya memiliki anak usia tiga tahun yang dikenal dengan sebutan batita. Si Ibu dari batita ini selalu tidak membolehkan anaknya bermain tanah, bermain air, bermain yang mebuat risih atau membuat batita tersebut “kotor.” Dan alhasil, batita ini akhirnya menjadi seorang anak yang kurang kreatif dan cenderung inaktif jika harue bermain diluar rumah.

Saya baru mengetahui dampak dari anak dilarang bermain kotor-kotoran setelah saya membaca majalah Nakita “Salah Asuh Anak Rapuh.” Banyak orang tua yang tidak memolehkan anak untuk bermain kotor-kotoran. Padahal banyak manfaat yang diperoleh anak dengan bermain kotor-kotoran.

Tempat kotor memang cenderung identik dengan kuman dan sumber penyakit. Apalagi akali anaknya masih bayi atau batita, dimana mereka sedang dalam fase oral. Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap.

Read more: Tahap Perkembangan Psikoseksual Menurut Sigmund Freud | belajarpsikologi.com 

Tentunya orang tua akan takut apabila ada “benda asing” yang dimakan atau masuk ke mulut anak. Padahal, tidak semua yang kotor adalah sumber penyakit, justru dengan bermain kotor-kotoran banyak hal yang dapat dipelajari oleh anak.

Mungkin juga orang tua yang enggan jika anaknya bermain kotor-kotoran, mereka lah yang harus bersusah payah untuk membereskan sesuatu yang berantakan, semrawut atau kotor yang diciptakan oleh anak anda. Bermain di dapur misalnya, anak akan menumpahkan segala bahan makanan. Selain merepotkan, membereskannya juga bikin lelah.

Semua anak pasti akan bereksplorasi untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan ketrampilan motoriknya. Dampak dari anak dilarang bermain kotor-kotoran sebagai berikut :

–       Motorik halusnya kurang terlatih, terutama dalam mengembangkan rangsang sentuhnya. Sebuah benda tentu rasanya akan berbeda dari benda lain saat dipegangnya dan anak bisa merasakan apakah benda tersebut halus, kasar, licin, bergerigi, dan sebagainya.

–       Kreativitasnya terhambat karena ia tak dapat berimajinasi dan membayangkan sesuatu dari bahan-bahan yang digunakannya untuk bermain. Umpama ia tak punya gambaran bagaimana membangun istana dari pasir.

–       Kemampuan mengobservasi dan memahami hal/objek tertentu kurang terlatih.

–       Kurang kesempatan belajar mengenai konsep dasar matematika, seperti ukuran, bentuk, banyak sedikt, kosong penuh, klasifikasi, membuat urutan dan sebagainya.

Nah, para orang tua jadi mengerti kan apa saja dampak dari melarang anak bermain kotor-kotoran. Biarlah orang tua yang bersusah payah tapi banyak manfaat juga untuk anak. Tak perlu menjadi overprotective pada anak dengan melarang anak bermain kotor-kotoran. Semua ada solusinya. Yang sebaiknya dilakukan orang tua adalah :

–       Sediakan area atau ruang khusus yang memungkinkan anak bermain sepuasnya tanpa harus membuat rumah seperti kapal pecah.

–       Sediakan baju khusus untuk bermain kotor-kotoran, atau beri celemek bekas yang dapat menutupi pakaiannya saat bermain kotor-kotoran.

–       Dampingi anak saat bermain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, semisal si batita mengucek matanya dengan tangan belepotan cat atau tak sengaja menelan pasir yang sedang dimainkannya.

–       Sebaiknya orang tua ikut bermain bersama anak. Atur waktu di kahir pekan. Missal sulap halaman belakang rumah menjadi pantai. Atau bermain masak-masakan dengan membuat adonan kue dan biarkan anak mencetak beberapa adonan kue sesuai keinginannya.

–       Usai bermain, bantu naka mencuci tangannya dengan sabun sampai bersih, bila anak terlihat begitu kotor, sekalian saja bersihkan seluruh tubuhnya.

Untuk membuat anak lebih tertarik untuk sering melakukan cuci tangan setelah bermain maupun beraktiviras, ketika hendak makan maupun sebelum tidur. Berikut ini ada Lagu tentang cuci tangan. Para orang tua boleh mencobanya dan buat momen indah bersama si batita.

            Mari cuci tangan di air mengalir

            Jangan lupa juga pakai sabun cair

            Tangan yang kiri tangan yang kanan, lalalalalalalalalala

            Gosok sela jari yang kanan dan kiri

            Jangan lupa juga dengan ibu jari

Punggung yang kanan, punggung yang kiri lalallalalallaa

            Gosok yang bersih bilas yang bersih, lalalalalallalalala

Dinyanyikan dengan lagu “Potong Bebek Angsa.”

Selamat Mencoba…

 

Sumber utama : Majalah Nakita

            

Proses penuaan

Definisi proses penuaan itu tidak mudah, karena sulit untuk membedakan antara proses menua normal dan proses akibat penyakit. Penuaan merupakan proses multidimensional, yakni mekanisme perusakan

Dan perbaikan didalam tubuh atau system tersebut terjadi secara bergantian pada kecepatan dan saat yang berbeda-beda.

Kesehatan dan panjang umur dipengaruhi beberapa actor bawaan atau turunan, kebudayaan, rasa tau bangsa, dan nutrisi. Variasi dalam umur ini adalah fungsi genetic dan factor-faktor lingkungan. Apapun yang dilakukan, agaknya jangka hidup total terbatas sampai 90-110 tahun (yaitu lamanya DNA manusia dapat tahan hidup). Faktor lingkungan ada yang berasal dari luar dan ada yang dari dalam tubuh sendiri.

Berbagai percobaan dengan hewan menunjukkan hasil ang menggembirakan, karena proses penuaan itu dapat dihambat. Bagaimana pada manusia? Dikatakan bahwa program diet makrobiotik atau diet semi vegetarian yang cukup protein, rendah lemak, tinggi serat, banyak vitamin dan mineral serta antioksidan, sangat menyokong kebenaran tersebut diatas

Awan Tag