Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Posts tagged ‘masalah’

Si Kembar yang Tak Pernah “Kembar”

Hari ini cukup menyenangkan. Hari ini aku selesai agenda presentasi di TK Pertiwi Tembalang. Aku mengusung tema “salah asuh anak rapuh.” Dimana disana aku menjelaskan tentang perkembangan anak dan kepribadian anak yang berbeda-beda. Aku juga menambahkan tentang beberapa kesalahan orang tua yang tanpa disadari sering sekali dilakukan oleh orangtua. Seperti tidak disiplin, memperlakukan anak seperti layaknya orang dewasa, melayani anak habis-habisan, dan lain-lain. Juga saya memperkenalkan pola asuh seperti otoriter, prmisif, demokratis, dan Indulgent.

Pola asuh Indulgent atau membiarkan adalah pola asuh yang hanya ada di Indonesia. Contohnya setelah melahirkan, ibu pergi ke luar negeri, tidak ada keterlibatan secara langsung dengan anak secara fisik.

Nah disini saya mengalami sedikit kebingungan ketika ada seorang ibu yang bertanya kepada saya, beliau memiliki anak kembar namun sedikit merepotkan katanya. Jadi ketika si A ini minta sekolah ditungguin namun si B menolak, dan ketika besoknya si B ingin ditunggui sedangkan si A menolak, begitu juga halnya belajar mereka, ketika si A ini rajun, si B tidak, besoknya kebalikannya si B rajin si A tidak. Nah solusi seperti apa yang disarankan. Saya sempat bingung. Akhirnya saya ngeles dengan PR untuk saya..

Hahhahahha, jika ingat saya jadi malu deh..

Mungkin itu juga pelajaran buat saya agar saya banyak membaca dan belajar lagi. Saya sedikit demi sedikit juga menyerap ilmu dari klien-klien saya. Ilmu tentang anak, hehhhee,,bisa untuk persiapan berkeluarga nanti.

Yah itu dulu curhatan saya..

 

Semoga ada yang bisa membantu..hehhe

Iklan

Konsep keperawatan keluarga

Perawat keluarga adalah perawat yang berperan membantu individu dan keluarga untuk menghadapi penyakit dan disabilitas kronik dengan meluangkan sebgaian waktu bekerja di rumah pasien dan bersama keluarganya. Keperawatan keluarga dititikberatkan pada kinerja perawat bersama dengan keluarga karena keluarga merupakan subyek.

Tujuan keperawatan keluarga dari WHO di europe yang merupakan praktek keperawatan termodern saat ini adalah :

  • Promoting and protecting people health. Merupakan perubahan pradigma dari cure menjadi care melalui tindakan preventif.
  • Mengurangi kejadian dan penderitaan akibat penyakit .

Peran perawat keluarga menurut WHO Europe tahun 2000 adalah :

  • Health educator (pemberi pendidikan kesehatan)
  • Coordinator (Conector) mengatur perencanaan program-program atau merancang intervensi yang akan dilaksanakan. Contoh merencanakan klien untuk dirujuk ke tim medis lain.
  • Provider / caregiver memberikan pelayanan kesehatan secara langsung.
  • Health Promotion (home care & home visit)
  • Consultant penasehat dan memberi saran jika diminta oleh klien
  • Collaborator berkolaborasi dengan tim medis lain untuk tujuan kesembuhan klien.
  • Fasilitator contohnya memfasilitasi keluarga yang kurang mampu untuk memperoleh jamkesmas.
  • Case founder penemu kasus
  • Enviromental modifier memodifikasi lingkungan baik berupa fisik, psikis, maupun perilaku dan gaya hidup.

Selain itu peran perawat yang lain juga dapat memberikan saran tentang gaya hidup, perilaku beresiko. dengan pengkajian dapat mendeteksi awal penyakit sehingga dapat memberikan intervensi terhadap penanganan penyakit dini. Mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi masalah kesehatan keluarga agar dapat memberikan intervensi yang tepat. Perawat bertindak sebagai lynchpin yaitu terlibat bersama keluarga, tidak terbatas merawat, tetap juga tahu masalah keluarga dan harus menempatkan diri sebagai anggota keluarga sehingga dapat menghubungkan keluarga dengan tim kesehatan lain.

Empat intervensi utama perawat keluarga dititikberatkan kepada pencegahan.

  • Primer proaktif mencegah stessor, mempermudah mendapatkan fasilitas kesehatan. Contoh : memberi pendkes untuk mencegah penyakit, menciptakan suasana harmonis di keluarga.
  • Sekunder screening, vaksinasi, deteksi awal timbulnya penyakit.
  • Tersier rehabilitasi untuk mencegah morbiditas lebih lanjut. Contohnya ROM bagi penderita stroke.
  • Direct care bekerja sama dengan keluarga yang merupakan sistem pendukung utama untuk menyembuhkan.

Empat tingkatan keluarga

  1. Family as context
  • Fokus pada kesehatan individu
  • Keluarga sebagai background dari anggotanya
  • Keluarga sebai support system atau stressor terberat bagi anggota
  • Individu / anggota keluarga akan dikaji dan diintervensi
  • Keluarga akan dilibatkan dalam berbagai kesempatan
  1. Family as client
  • Fokus pada seluruh anggota keluarga
  • Keluarga didefinisikan sebagai kelompoka atau keseluruhan dari anggota keluarga
  • Keluarga merupakan penjumlahan dari anggota-anggotanya
  • Masalah kesehatan atau keperawatan yang sama dari masing-masing anggota kan diintervensi bersamaan.
  1. Family as system
  • Fokus masalah pada hubungan antara anggota keluarga
  • Fokus pengkajian dan intervensi keperawatan adalah subsistem dalam keluarga
  • Anggota-anggota keluarga dipandang sebagai unit yang berinteraksi
  • Fokus intervensi : mengenai hubungan ibu anak, hub perkawinan, dll
  1. Family as component of society
  • Seluruh keluarga dipandang sebagai klien dan jadi fokus utama dari pengkajian dan keperawatan.
  • Fokus keluarga dengan individu sebagai background
  • Keluarga dipandang sebgai interaksional sistem
  • Fokus intervensi : dinamia internal keluarga, hubungan dalam keluarga, hubungan subsistem keluarga dengan lingkungan luar.

 

Awan Tag