Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Posts tagged ‘cinta’

my wonderful job

Sudah lama rasanya aku tidak menulis,, guys sekarang aku sudah bekerja di sebuah rumah sakit daerah. Rumah sakitnya bisa dibilang sedikit lumayan besar, yah tipe B lah. Hanya saja ada beberapa hal yang mungkin tidak seperti kebanyakan rs tipe B yang lain.

Aku sudah bekerja kira-kira 3 bulan dan ini adalah bulan terakhir aku menjalani masa training. Aku bertugas di ruang semi intensif care atau biasa disebut high care unit. Banyak sekali hal-hal yang aku tidak mengerti dan tidak kupahami sebelumnya disini. Namun, lama-kelamaan aku menjadi terpaksa mengerti dan memahami kondisi yang terjadi di tempat aku bekerja. Ruangan tempat aku bekerja adalah ruangan yang crowded, tidak jelas alur keluar masuknya pasien (ini karena sebab yang aku belum bisa ikut campur karena biasalah yang muda yang tak dipercaya, im still junior right there). Rata-rata pasien disini adalah pasien yang ada di fase-fase terminal bahkan membutuhkan bantuan ventilasi mekanik untuk keberlangsungan hidup. Tapi saya ingatkan lagi alur masuk dan keluar pasien di ruangan ini menurutku aneh, tidak sesuai dengan protab yang saya baca dan yang dikeluarkan sendiri oleh pihak direksi RS ini.

Padahal menurut prosedur dan kriteria pasien yang saya baca dari surat masuk tersebut adalah, pasien yang masuk di ruang tempat saya bekerja adalah pasien yang membutuhkan perawatan yang lebih sering atau intensif namun parameter hemodinamik masih stabil. Sepertinya susah memaknai definisi tersebut. Baiklah langsung ke kasus saja. Misal pasien dengan CHF NYHA I-II, pasien dengan GCS lebih dari 10 yang membutuhkan syringpump atau pemantauan hemodinamik lebih  sering, pasien post op yang membutuhkan observasi lebih sering dengan catatan hemodinamik stabil. Yang paling saya ingat dari tulisan-tulisan tersebut adalah hemodinamik pasien masih stabil. Dan alur masuk pasien adalah pasien bisa dari ruang mana saja. Serta alur keluar pasien adalah bisa pindah ke ruangan perawatan biasa jika sudah membaik atau bisa masuk ke ruangan yang lebih tinggi tingkatannya jika keadaan memburuk seperti hemodinamik tidak stabil atau membutuhkan bantuan ventilasi.

Namun, apa yang terjadi guys? Selama ini itu bisa dibilang tulisan hanyalah tulisan, prosedur cukuplah prosedur. Realitanya banyak yang tidak sesuai. Jika saya bertanya dengan atasan, pasti jawabannya ya mau gimana lagi, kita tidak punya wewenang (is that really?????). ataupun mungkin jawabannya yah gimana ya guys soalnya rekan sejawat lain profesi yang itu tuh maunya begini begitu. (Oh my God, itu alasan lama bingit bingit).

Sering sekali pasien yang sebenarnya tidak masuk kriteria malah dirawat di ruangan ini. Pasien yang hanya membutuhkan perawatan ruang biasa misalnya, bisa lho dimasukkan ke ruangan ini. Alasannya adalah sang pemeriksa utama nya suka di ruangan ini. Atau bahkan pasien di ruangan ini bisa juga langsung pulang jika sembuh, maksudnya harusnya waktu keadaan membaik dirawat di ruangan biasa tapi ini tetap di ruangan ini sampai pasien pulang.  Nah, yang seperti ini lah yang kadang jadi pertanyaan buat saya, bolehkah seperti ini (kenyataanya terjadi dan boleh-boleh saja tuh). Saya cuma kasihan dengan pasien lain yang sebenarnya lebih membutuhkan perawatan di ruangan ini. Hampir sering terjadi pasien inden dan harusnya dirawat di ruangan ini namun tidak bisa dikarenakan kuota bed penuh. Nah ini lho teman-teman yang jadi kontradiksi. Kuota penuh karena sering pasien sudah membaik tapi tidak dipindah di ruangan lain karena faktor x yang tadi. Jadi dilema sendiri.

Dan kakak ruangan ini (ruangan yang tingkatannya lebih tinggi), karena sang empu nya seringkali tidak memberi acc untuk pasien masuk di ruangan kakak ini terpaksa sang pemeriksa enggan untuk berurusan dengan ruangan kakak ini. Saya jadi bingung, juga tercengang. Begini ya ternyata lingkungan kerja itu. Di kampus mah kita gak tau yang beginian. Taunya hanya bagaimana merawat pasien dengan caring, ramah, cepat, tanggap, dan memuaskan.

Alhamdulillah, meskipun kenyataan di tempat saya bekerja membuat banyak dilema buat pikiran saya yang masih terdoktrin sesuatu hal yang sesuai prosedur. Sekali lagi Alhamdulillah, puji syukur untuk Allah yang tetap menjaga hati saya untuk terus ikhlas dalam merawat pasien-pasien di ruangan yang campur aduk ini. Saya selalu berusaha mengesampingkan hal-hal tabu dan kontradiksi saat saya berhadapan dengan pasien. Saya menyukai pekerjaan saya dalam kondisi apapun. Saya menyukai interaksi dengan banyak pasien, dan keluarga pasien.

Apalagi di ruangan ini saya juga diberi amanah untuk membimbing bibit-bibit baru tenaga perawat yang luar biasa (baca mahasiswa praktek). Saya senang sekali karena bisa berdiskusi dengan mereka. Mengingatkan kembali pada saat saya kuliah dulu. Saya berusaha memberikan contoh yang baik dan menjadi role model yang baik bagi mereka juga untuk teman-teman saya bekerja. Apapun yang terjadi, pasien adalah yang utama. Kesampingkan yang lain saat memberi pelayanan pada pasien, itulah profesional. J

Saya berharap keadaan dilema ini akan segera berakhir dan berjalan dengan sebagaimana mestinya tanpa ada hal-hal yang membuat berbagai pihak merasa dikecewakan. Saya berharap rumah sakit ini menjadi rumah sakit pusat rujukan, dengan visi misi yang telah diikrarkan juga bisa tercapai.

Sekali lagi, saya bangga menjadi bagian dari rumah sakit ini. Saya akan memberikan yang terbaik untuk rumah sakit ini. Mengabdi dan melayani.. J

 

Ketika Aku Meragukanmu

Ketika aku meragukanmu, aku memberi waktu untuk diriku sendiri, memberi waktu untuk sejenak merenungkan kembali apa yang telah aku lewati denganmu.

Pertama mungkin aku akan memikirkan segala hal tentang kekuranganmu, segala hal tentang dirimu yang aku tidak suka. Dan segala hal yang membuatku meragu padamu.

Sebenarnya aku tidak suka dengan kamu yangGambartidakdisiplin, kamu yang terlalu cuek, kamu yang sukanya ngegame sampai lupa bales sms aku, lupa bales bbm, juga kamu yang kadang gak ngerti perasaanku. Kamu juga kadang tidak peka terhadapku. Kamu gak bisa romantis seperti pangeran yang di film-film klasik. Kamu tidak terlalu ekspresif. Yupp, aku rasa aku adalah wanita seperti kebanyakan. Its normally, kebanyakan wanita suka dipuja-puji, disayang-sayang, dimanja-manja. Dan lebih-lebih DIMENGERTI ala wanita. Mungkin problematika ini yah hampir sama dengan yang lain yang bisa bikin suatu hubungan jadi banyak cekcok dan ributnya.

The biggest poin adalah hal yang paling mendasar dari sebuah hubungan yang akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius adalah soal keyakinan. I called it about “religion.” I knew, this is your weakness, but i believe i can make you better. Awalnya aku memang ingin memutuskan hubungan denganmu karena hal ini. Tapi setelah aku meminta kepada-Nya, rasanya aku semakin didekatkan denganmu. Aku juga membaca sebuah tulisan di perpustakaan kampusku, jika ingin mengubah orang lain, hal pertama yang harus kau lakukan adalah mengubah dirimu sendiri. Inilah yang membuatku yakin bahwa kamu akan berubah jika aku juga berubah. Maka aku menjadi rajin dalam hal ibadah dan banyak berdoa untukmu semoga kau lebih didekatkan lagi pada-Nya.

Jika aku sudah selesai mengoreksi habis-habisan kekuranganmu, memaki habis-habisan sikapmu yang tidak aku sukai. Perasaan marah, benci, kecewa seringkali menguap begitu saja dalam hitungan sepersekian detik. Amazing banget ya hati dan pikiran wanita itu. Hehehehehehe terutama hati dan pikiranku.

Perasaan-perasaan yang buruk campur aduk itu menguap begitu saja ketika aku teringat kenangan-kenangan kita dulu. Kenangan awal-awal kita menjalin hubungan. Waktu itu aku masih ingat saat hujan-hujan, aku nunggu kamu di kosku. Kamu pulang kuliahnya sore. Waktu itu hujan deras sekali. Kamu ke kosku sudah setengah basah kuyup. Aku ingat aku punya pakaianmu yang habis aku londri. Lalu aku ambilkan handuk untuk mengerungkan badanmu dan kuberi kau baju ganti. Waktu itu kita cerita gak jelas apa ceritanya aku lupa. Tapi yang jelas setelah itu kita memakai payung masing-masing satu, dan jalan ke penjual bakso dekat kos. Kita makan lah itu bakso. Kemudian tercetuslah ide gila saat hujan lebat. Aku ingin hujan-hujanan. Seperti anak kecil yang punya mainan baru, kita jalan sampai kampusmu di tengah hujan lebat. Hahhahahahha aku ingat sekali waktu itu, kamu cuma geleng-geleng kepala nggak jelas. Trus kita balik lagi ke kosku, eh ditengah jalan kamu nerjang aliran air yang lumayan deras, sandalmu terbawa arus trus kita ngejar sandalmu.. ahhahahhahahahahha …romantis ya, bagiku… aku gak bisa lupa kenangan saat hujan itu.

Aku juga ingat waktu malam-malam aku nekat pulang dari solo ke semarang karena sejujurnya sih kangen kamu. Aku nekat pulang dari dinas sore waktu itu jam 9 malam aku baru pulang. siap-siap terus naik bus dari solo jam 11 malam. Kamu rela tengah malam jemput aku di terminal banyumanik padahal besoknya kamu harur nganter ibumu sama adekmu. Lebih-lebih waktu itu aku turun di terminal tapi aku gak nemuin kamu krna ternyata kamu di sisi yang lain. aku marah-marah ke kamu. Kamu masih saja perhatian sama aku. Kamu gak ngomong apa-apa cuman ngeliatin aku. Aku seneng sih, tapi malu soalnya udah keduluan marahnya. Trus sampai di gang kos ku ternyata sudah di portal, motormu tidak bisa masuk. Kamu rela gendong aku dari gang kosku sampai depan kos krena ngelihat aku kecapekan. Aku beruntung banget bisa digendong kamu, bisa merasakan langsung punggungmu yang lebar dan hangat, bisa memeluk pundakmu yang besar, mencium aroma tubuhmu lekat-lekat. Dalam hatiku langsung bilang “this is my man, only mine.” Kamu juga nungguin aku sampai aku dibukain pintu kos. Romantis banget.

Aku juga ingat saat aku mengantar makanan untukmu di kampus kalau kamu belum makan siang, membuatkanmu puding, mengajakmu makan malam. Aku pernah mengantarkanmu bekal ke kampus dan kita berdua duduk di bawah pohon yang rindang itu. Waktu itu aku lagi sebel sama kamu, tapi aku tetep pengen ketemu kamu. Sebenarnya ngantar bekal Cuma alasanku aja pengen ketemu kamu. Tapi aku seneng ngliatin kamu makan, apalagi kamu makannya sampai habis. Aku yakin kamu juga senang tapi kamu gak pernah bilang sama aku. Kadang hal-hal yang aku tidak suka seperti kamu terlalu cuek itu bsia bikin daya tarik tersendiri untukku. Cuman kadang kalau cueknya keseringan aku suka marah-marah sih. Hehehehe

Suatu ketika aku juga mengingat bahwa sebenarnya betapa rapuhnya kamu, betapa lemahnya kamu. Waktu itu ibu mu meninggal. Aku melihatmu duduk tersimpuh di lantai di bawah jenazah ibumu. Aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Inikah kamu yang sebenarnya, beginikah sebenarnya hati lelaki tangguhku, begitu lemah, begitu rapuh. Lelaki yang biasa menggendongku, menemaniku, mengantarkanku kemana saja aku mau, lelaki yang biasa tertawa denganku, yang darinya aku dihapus airmatanya. Hari itu aku melihatnya, sorot matany meski dia tidak menangis, aku tau di dalam hatinya dia menangis keras. Aku tau dia sebenarnya merasakan duka yang sangat mendalam. Tapi baginya menangis adalah hal tabu dan terlarang. Mulai saat itu aku berjanji pada diriku sendiri dna pada Tuhan bahwa aku tidak akan meninggalkan laki-laki ini.

Begitulah setiap kali aku dilanda keraguan akanmu. Caraku menghapus keraguan itu, seperti yang aku tulis. Ada banyak hal dan kisah yang membuatku yakin bahwa kamu memang diciptakan untukku. Seperti cerita-cerita rahasia kita berdua, aku juga selalu mengingatnya. Semoga memang kita tercipta dan ditakdirkan untuk bersama.

Satu hal lagi, lalu kapan kau akan melamarku? Bukankah hari itu akan segera tiba?

🙂

Aku mencintaimu

Aku juga ingin menikah denganmu 🙂

Ulung Dwiputra Wijaya in Planet Ban

Alhamdulillah, Ulung Dwiputra Wijaya sudah keterima kerja lagi di PT Surganya Motor Indonesia, tepatmnya jadi assistant kepala toko..ya meski gajinya gak sebanding dengan kerjanya,,tapi aku bersyukur akhirnya dia bisa belajar lagi mencari pengalaman sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Terimakasih ya Allah engkau berikan rejeki yang halal untuknya…

ini potonya yang sedang kecapekan…huhuhuhuhuhu..ngegemesin deh ini orang..
I love you Kio Chan

Galau beda pulau (Semarang-Samarinda)

“Beb, aku mau dikirim ke samarinda.”

Begitulah smsmu waktu itu, bebrapa hari yang lalu. I speechless. Aku nggak ngerti mesti ngomong apa kala itu. Betapa cepatnya, betapa singkatnya, baru saja seminggu kau pergi dariku, kau sudah mau pergi yang lebih jauh lagi. Jika kita masih berada dalam satu pulau, kupikir itu tidak terlalu buruk. Ini lain pulau, dan lain waktu.

Aku takut..

Aku takut jika nanti aku sangat merindukanmu dan aku tidak bisa menelponmu karena kau sibuk. Aku takut jika nanti kau tak rindu lagi padaku. Aku takut kamu kenapa2 disana, aku takut kamu sakit dan tidak ada yang menjaga. Lebihnya aku takut sendirian di kerumunan tanpamu, aku takut aku tak terjaga, aku takut tak ada tempat tuk bersandar, aku takut tak ada tempat berkeluh kesah. Dan aku takut kau jadi super sibuk hingga aku tak dapat lagi perhatianmu.

TAPI, aku harus buang jauh-jauh rasa takut itu. Hallo sayang, aku bukan pengecut. Aku tak akan terkalahkan hanya karena jarak, waktu, dan tempat. Aku tau dan yakin bahwa rasa sayangku ditambah dengan kesabaran serta kepercayaanku padamu, aku bisa melewati ini semua. Aku sayang padamu Kio chan.

Samarinda, hummm..tak apa jika kita lama tak bersua mestinya nanti akan lebih hangat jika kita bersua. Tak apa kita tak saling berjabat, asal bibir masih dapat berucap meski hanya lewat telepon. Aku masih bisa mengirimmimu pesan setiap hari, mengatakan aku cinta padamu, aku rindu, menanyakan keadaanmu, sudahkah kau makan, sehatkah kau, bagaimana disana, hujankah?,,,begitu setiap waktu tak peduli kapan kau sempat membacanya.

Ulung Dwiputra Wijaya, aku akan selalu menemani langkahmu meski kita tak bersama dalam satu tempat. Paling tidak aku ada disini, datanglah padaku kapanpun kau mau, akan kusambut dengan pelukanku. Ulung Dwiputra Wijaya, biarkan seluruh orang di dunia tau akan hal ini.

Sayangku, jelajahilah dunia ini, jelajahi sayang, jelajahi saja…karena kelak ketika kita menghabiskan malam bersama selalu akan ada cerita menarik tentang itu, ataupun kau bisa menceritakan petualangan2mu yang hebat untuk anak-anak kita nantinya. Aku menantikan kisahmu sayang.

I love you, and sampai ketemu di suatu waktu ya sayang..

Peluk ciumku untukmu, dan doaku selalu menyertaimu..

Lelakiku, Ulung Dwiputra Wijaya

dia adalah MY MAN,,,

hehhehhe..siapa lagi kalau bukan Ulung Dwiputra Wijaya….

sekarang ini aku lagi kangen banget sama ulung, karena ulung sekarang sedang berada di cibitung. kerja disana..hemm aku berdoa semoga dia selalu sehat dan bugar.

Aku mencintainya, sangat mencintainya…

jujur saja dia itu memang menyebalkan dan ngangenin…arrgggghhhh aku kangen kamu sayang…

apalagi kalau musim ujan gini, aku tambah kangen sama ulung dwiputra wijaya..karena banyak kisah yang kami lewati saat hujan. kami pernah berhujan-hujan ria, makan bakso, maen air..dan banyak lagi..apalagi yg paling kurindukan adalah pelukannya yang hangat,,,,,arggghhh so sweet…….

hmmmm….love you so much deh beb..

this is for you my love..

Dibalik senyuman yang menawan itu tersimpan berjuta beban yang harus ditanggungnya.

Lelaki yang tangguh tapi rapuh didalam, lelaki yang melindungi tetapi butuh dimengerti.

Tak semua yang kubayangkan mengenai lelaki itu benar adanya.

Kutemukan itu setelah aku bersamanya.

Bisakah kau bayangkan tubuh kekar itu tiba-tiba layu meringkuk.

Bisakah kau terima jika dia yang begitu teguh tiba-tiba jatuh tersungkur.

Lalu apa yang kau butuhkan wahai lelaki tangguh nan rapuh.

Pelukan, ciuman, pagutan, ataukah rayuan?

Lebih dari sekedar itu bukan.

Seringkali aku melihatmu termenung, namun ketika aku memanggilmu tiba-tiba kabutmu menghilang,,

Sambutan hangat mentari pagi seperti memelukku.

Terkadang kau bisa tertawa lepas seperti tak ada beban.

Lelaki seperti itu kini ada dalam hidupku,

Membuang semua imajinasi palsuku tentang kuatnya anak Adam

Benar kuat namun butuh dikuatkan,

Benar tangguh namun butuh direngkuh,

Sekarang aku mafhum.

Maaf, waktu itu aku gila.

Aku merasa bahwa terkadang kamu tidak begitu atau bahkan tidak sama sekali menyayangiku. Kadang aku merasa kau mengacuhkanku. Lalu aku akan bertanya-tanya dimana letak salahku atau apa yang telah aku lakukan atau bahkan dimana kekuranganku. Seringkali aku melihatmu lebih excited terhadap hal-hal lain di luar aku. Sebagai contoh kecil misal, setiap kali aku update status di FB atau aku komen di timeline-mu, kamu tidak menggubrisnya. Bahkan aku juga lihat kalau kamu excited sama segala yang dibuat oleh orang yang pernah sama kamu. Jujur aku cemburu, aku mungkin bisa dibilang cemburu buta. Tapi, that’s me. Dan kenapa aku merasa demikian, cobalah kamu pahami perlahan-lahan. Kamu pasti akan tau.

Aku sudah bertindak terlalu jauh mungkin. Beberapa teman FBmu yang aku tidak suka, seperti Aiiu Oktaviani (Ayuk oktaviani) dan beberapa FB bayangannya aku meremovenya dari FB. Oke buat mbak Ayuk maaf. Baiklah disini aku akan menuliskan kenapa aku meremovenya.

Suatu ketika aku sedang bersamamu, kamu pasti ingat malam dimana aku menyiramkan air teh kepadamu. Kisah sebelumnya ingatkah kau?? Saat itu kau begitu intense sms ria dengan mantanmu itu, nmaanya Eka. Aku tidak suka, jelaslah. Karena apa? Karena aku tau dia orang yang pernah dekat dneganmu. Wanita seperti aku ini sangat amat mudah dibakar rasa cemburu. Aku bersikeras untuk merebut hapemu dan aku balas smsnya. Mungkin dia bingung, atau bahkan mereka-mereka menertawaiku. Aku tidak ambil pusing lah. Lalu aku berkata sesuatu, tentunya kau masih ingat… ini pertama kalinya aku mengusik sesuatu hal yang berhubungan dengan perjalanan kehidupan asmaraku. Sumpah, ini pertama kali aku berani melakukan hal-hal yang sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan melakukan ini.

Beralih ke wanita satunya, mbak ayuk. Di hapemu tertulis nama Ajug. Sebenarnya aku dari awal tidak suka dengan wanita ini karena apa? Karena aku merasa orang ini sudah mencuri perhatianmu dariku. Waktu itu bulan puasa, kau ada PKL di magelang. Ingatkah sayang?? Kuharap kau masih mengingatnya. Posisiku jauh, aku di jawa timur dan kau di jawa tengah. Malam itu kita sms-an, ingat kan sayang? Sedang asik-asiknya, tiba-tiba kau sms aku dnegan salah menyebutkan nama. Dan hebatnya lagi, kamu sedikit ada rayuan disitu. Jujur aku sangat kecewa dengan ini. Bagaimana bisa aku yang kekasihmu aku yang pacarmu ini, kau tidak pernah merayuku dank au merayu wanita lain. FUCK!!!!,,aku menulis ini dnegan geraham yang gemetar dan gigi bergemeletuk. Aku masih marah jika ingat itu. Dan disitu bukan tertulis namaku, tapi namanya. Dan itu jelas bukan buatku. Dan dan dan..dan parahnya lagi kamu Cuma bilang salah kirim. Ah kau ini bodoh, bodoh, bodoh, dan amat teramat sangat. Inilah awalnya aku tidak menyukai AYUK OKTAVIANI. Terlebih lagi pada saat malam bersamaan dengan kejadian si EKA itu, esoknya dia juga sms dan maaf sedikit menyinggung profesiku. Kamu tau kan sayang???

Lalu apa selanjutnya yang aku lakukan? Tentu aku meremove Eka yang pertama dari FBmu…meskipun pada akhirnya aku yang minta maaf duluan padanya dan akhirnya kami berteman baik, meski kadang aku masih cemburu jika kamu sedikit saja perhatian padanya. Dalam konteks teman sekalipun, aku tetap membenci itu.

Kedua, selang beberapa lama. Si AYUK ini masih saja ber sms ria denganmu. Aku heran dimana letak kesadaranmu, dimana letak rasa hormatmu padaku. Kamu masih saja meladeninya, ya memang dia temanmu, lebih kenal pertama dia ketimbang aku. Sampai pada akhirnya ada suatu chat yang tentunya mbak ayuk ingat dan kamu juga ingat chattingan tersebut. Baiklah aku tidak akan mengulasnya disini. Biar nanti jika ada yang tau seluk beluk persoalan ini yang angkat bicara. Who knows, jika ternyata ayuk sendiri yang angkat bicara..I hope so.

Dan dari peristiwa tersebit kamu janji kepadaku untuk tidak menghubunginya lewat via manapun, baik media internet maupun hape. Dan berjanji tidak akan menemuinya lagi. Kamu ternyata tidak menepatinya. Kamu masih berhubungan dengan dia. Lalu aku remove saja dia dari FB mu dan tentunya aku hapus nomornya dari hapemu. Dan kehebatanku adalah aku bisa mengingat nomornya, jadi jika kau berbohong padaku aku kan tahu.

Kini kamu tau kenapa aku terkadang merasa kamu tidak menyayangiku. Karena itu tadi. Hal-hal kecil seperti status FB, atau apalah itu..sms-sms yang romantic,,…kadang aku iri, iri dan dengki.

Kenapa kamu bisa dengan yang lain sedangkan denganku tidak???

Apa yang salah denganku? Atau apa kekuranganku??

Banyak yang menganggap dan bilang bahwa aku ini super posesif. Ya memang aku akui demikian. Aku tidak bisa sehari tidak mendengar suaramu, aku tidak bisa sehari tidak bertemu denganmu jika kita dalam posisi dekat. Dan aku harus tau dimanapun kau berada karena aku gampang berpikiran negative.

Kesalahanku memang banyak padamu, pada teman-teman spesialmu, pada banyak orang.

Untukmu, aku berharap kamu mengerti posisiku. Aku berharap kamu lebih menyayngiku lagi, dan setiap hari lebih lebih lagi sayang padaku. Untukmu yang selalu aku repotkan, bersabarlah. Dapatkah kau percaya padaku bahwa suatu saat nanti aku akan berubah menjadi yang lebih baik?? Dapatkah kau mempercayaiku bahwa aku akan jadi lebih bijaksana?? Dan untukmu, aku menyayangimu lebih dari yang kamu tau. Aku selalu merindukan kecupanmu yang lembut, genggamanmu yang erat dan pelukmu yang lekat. Aku juga selalu merindukan nafasmu yang hangat dan suaramu yang berat. Selalu aku membayangkanmu, dan juga sekarang ada orang yang selalu tak lupa kusebut dalam doaku, kamu sayang.

Untukku, tumbuhlah aku menjadi seorang yang lebih pandai-pandai dalam bertindak, jadilah kau bijaksana, jadilah kau ornag yang banyak dicari orang lain lantaran bukan karena kebodohan yang kau buat melainkan senyumanmu yang tulus. Dan untukku, bisakah kamu tidak mencerca kekasihmu yang sudah sedemikian sabarnya menghadapi tingakah konyolmu. Dan untukku, semoga kesabaranmu tidak terbatas…

Sepertinya aku juga harus minta maaf pada banyak orang yang sudah aku jadikan korban atas tingkah laku obsesi dan anarkisku.

Untuk seorang wanita yang kini sudah menjadi teman baikku, Eka Rantum Apriliani. Sudikah kiranya kau memafkanku, maaf yang benar-benar tulus sekali lagi. Mudah-mudahan dari peristiwa ini kau juga tidak akan melakukan hal bodoh seperti aku. Aku mengenalmu sekarang dan kusadari betapa kau juga menyayangiku. Aku tau kau sayang padaku, dan maka sepantasnya aku juga akan menyayangimu. Aku ingin bersahabat denganmu lebih lama lagi dari yang kita bayangkan. Dan satu keinginanku adalah aku ingin menginap dirumahmu. Dan aku akan katakana betapa beruntungnya aku bertemu orang sepertimu. Terimakasih kawan atas persahabatan yang indah.

Dan untuk mbak Ayuk Oktaviani, sudilah kirnya mbak memaafkanku, dan bisakah kita berteman, berkawan, atau mungkin lebih dari itu. Aku minta maaf padamu, aku merasa tidak adil padamu. Mungkin terlambat bagiku untuk mengatakannya. Sejujurnya aku ingin belajar banyak darimu bagaimana berkawan yang baik. Sekali lagi aku minta maaf atas segala khilafku. Anggap saja waktu itu aku sedang diserang penyakit gila. Ya aku memang orang gila. Dan sudilah kiranya mbak ayuk memaafkanku. Aku disini minta maaf secara tulus mbak. Mungkin terkesan tidak gentle karena tidak langsung pada orangnya. Ya anggaplah ini suatu awal untuk memulai sesuatu yang baik dan mengakhiri yang buruk. Maaf dan maaf serta maaf yang hanya bisa kutuliskan.

Dan untuk semua orang..

Meminta maaf lebih dulu tidak ada salahnya, dan ternyata persahabatan itu indah….

Salam hangat dariku

Jeanny Ivones, Si Gila Tak Berakal

Maafin kak Nes

Awan Tag