Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Posts tagged ‘anak’

Si Kembar yang Tak Pernah “Kembar”

Hari ini cukup menyenangkan. Hari ini aku selesai agenda presentasi di TK Pertiwi Tembalang. Aku mengusung tema “salah asuh anak rapuh.” Dimana disana aku menjelaskan tentang perkembangan anak dan kepribadian anak yang berbeda-beda. Aku juga menambahkan tentang beberapa kesalahan orang tua yang tanpa disadari sering sekali dilakukan oleh orangtua. Seperti tidak disiplin, memperlakukan anak seperti layaknya orang dewasa, melayani anak habis-habisan, dan lain-lain. Juga saya memperkenalkan pola asuh seperti otoriter, prmisif, demokratis, dan Indulgent.

Pola asuh Indulgent atau membiarkan adalah pola asuh yang hanya ada di Indonesia. Contohnya setelah melahirkan, ibu pergi ke luar negeri, tidak ada keterlibatan secara langsung dengan anak secara fisik.

Nah disini saya mengalami sedikit kebingungan ketika ada seorang ibu yang bertanya kepada saya, beliau memiliki anak kembar namun sedikit merepotkan katanya. Jadi ketika si A ini minta sekolah ditungguin namun si B menolak, dan ketika besoknya si B ingin ditunggui sedangkan si A menolak, begitu juga halnya belajar mereka, ketika si A ini rajun, si B tidak, besoknya kebalikannya si B rajin si A tidak. Nah solusi seperti apa yang disarankan. Saya sempat bingung. Akhirnya saya ngeles dengan PR untuk saya..

Hahhahahha, jika ingat saya jadi malu deh..

Mungkin itu juga pelajaran buat saya agar saya banyak membaca dan belajar lagi. Saya sedikit demi sedikit juga menyerap ilmu dari klien-klien saya. Ilmu tentang anak, hehhhee,,bisa untuk persiapan berkeluarga nanti.

Yah itu dulu curhatan saya..

 

Semoga ada yang bisa membantu..hehhe

Batita Kreatif : Berani Kotor Itu Baik

Gambar

Berani Kotor Itu Baik

Salah satu slogan  iklan sabun cuci yang dulu pernah muncul di televisi bahwa dengan berkotor-kotoran itu tidak masalah bagi anak-anak. Tidak masalah baju mereka kotor karena ada sabun tersebut yang bisa membersihkan sampai bersih. Anak-anak pun bebas bermain tanpa orang tua takut baju mereka tetap kotor meskipun tetap dicuci.

Pertama kali saya mendengar atau membaca slogan iklan tersebut, saya belum begitu memahami apa sebenarnya makna sebenarnya dari slogan iklan tersebut. Sampai pada suatu kejadian saya baru memahami bahwa dengan “Berani kotor itu baik.”

Cerita ini adalah cerita dari tetangga sebelah rumah saya. Tetangga saya memiliki anak usia tiga tahun yang dikenal dengan sebutan batita. Si Ibu dari batita ini selalu tidak membolehkan anaknya bermain tanah, bermain air, bermain yang mebuat risih atau membuat batita tersebut “kotor.” Dan alhasil, batita ini akhirnya menjadi seorang anak yang kurang kreatif dan cenderung inaktif jika harue bermain diluar rumah.

Saya baru mengetahui dampak dari anak dilarang bermain kotor-kotoran setelah saya membaca majalah Nakita “Salah Asuh Anak Rapuh.” Banyak orang tua yang tidak memolehkan anak untuk bermain kotor-kotoran. Padahal banyak manfaat yang diperoleh anak dengan bermain kotor-kotoran.

Tempat kotor memang cenderung identik dengan kuman dan sumber penyakit. Apalagi akali anaknya masih bayi atau batita, dimana mereka sedang dalam fase oral. Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap.

Read more: Tahap Perkembangan Psikoseksual Menurut Sigmund Freud | belajarpsikologi.com 

Tentunya orang tua akan takut apabila ada “benda asing” yang dimakan atau masuk ke mulut anak. Padahal, tidak semua yang kotor adalah sumber penyakit, justru dengan bermain kotor-kotoran banyak hal yang dapat dipelajari oleh anak.

Mungkin juga orang tua yang enggan jika anaknya bermain kotor-kotoran, mereka lah yang harus bersusah payah untuk membereskan sesuatu yang berantakan, semrawut atau kotor yang diciptakan oleh anak anda. Bermain di dapur misalnya, anak akan menumpahkan segala bahan makanan. Selain merepotkan, membereskannya juga bikin lelah.

Semua anak pasti akan bereksplorasi untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan ketrampilan motoriknya. Dampak dari anak dilarang bermain kotor-kotoran sebagai berikut :

–       Motorik halusnya kurang terlatih, terutama dalam mengembangkan rangsang sentuhnya. Sebuah benda tentu rasanya akan berbeda dari benda lain saat dipegangnya dan anak bisa merasakan apakah benda tersebut halus, kasar, licin, bergerigi, dan sebagainya.

–       Kreativitasnya terhambat karena ia tak dapat berimajinasi dan membayangkan sesuatu dari bahan-bahan yang digunakannya untuk bermain. Umpama ia tak punya gambaran bagaimana membangun istana dari pasir.

–       Kemampuan mengobservasi dan memahami hal/objek tertentu kurang terlatih.

–       Kurang kesempatan belajar mengenai konsep dasar matematika, seperti ukuran, bentuk, banyak sedikt, kosong penuh, klasifikasi, membuat urutan dan sebagainya.

Nah, para orang tua jadi mengerti kan apa saja dampak dari melarang anak bermain kotor-kotoran. Biarlah orang tua yang bersusah payah tapi banyak manfaat juga untuk anak. Tak perlu menjadi overprotective pada anak dengan melarang anak bermain kotor-kotoran. Semua ada solusinya. Yang sebaiknya dilakukan orang tua adalah :

–       Sediakan area atau ruang khusus yang memungkinkan anak bermain sepuasnya tanpa harus membuat rumah seperti kapal pecah.

–       Sediakan baju khusus untuk bermain kotor-kotoran, atau beri celemek bekas yang dapat menutupi pakaiannya saat bermain kotor-kotoran.

–       Dampingi anak saat bermain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, semisal si batita mengucek matanya dengan tangan belepotan cat atau tak sengaja menelan pasir yang sedang dimainkannya.

–       Sebaiknya orang tua ikut bermain bersama anak. Atur waktu di kahir pekan. Missal sulap halaman belakang rumah menjadi pantai. Atau bermain masak-masakan dengan membuat adonan kue dan biarkan anak mencetak beberapa adonan kue sesuai keinginannya.

–       Usai bermain, bantu naka mencuci tangannya dengan sabun sampai bersih, bila anak terlihat begitu kotor, sekalian saja bersihkan seluruh tubuhnya.

Untuk membuat anak lebih tertarik untuk sering melakukan cuci tangan setelah bermain maupun beraktiviras, ketika hendak makan maupun sebelum tidur. Berikut ini ada Lagu tentang cuci tangan. Para orang tua boleh mencobanya dan buat momen indah bersama si batita.

            Mari cuci tangan di air mengalir

            Jangan lupa juga pakai sabun cair

            Tangan yang kiri tangan yang kanan, lalalalalalalalalala

            Gosok sela jari yang kanan dan kiri

            Jangan lupa juga dengan ibu jari

Punggung yang kanan, punggung yang kiri lalallalalallaa

            Gosok yang bersih bilas yang bersih, lalalalalallalalala

Dinyanyikan dengan lagu “Potong Bebek Angsa.”

Selamat Mencoba…

 

Sumber utama : Majalah Nakita

            

Reaksi Orang Tua Terhadap Bayi Sakit

       Reaksi orang tua terhadap bayi yang sakit berbeda-beda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi respon tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi respon orang tua terhadap bayi sakit adalah keseriusan penyakit pada bayi, pengalaman tentang sakit sebelumnya, prosedur medis mencakup diagnosa dan perawatan bayi, kemampuan koping pribadi, stress pada sistem keluarga,  budaya dan kepercayaan, serta komunikasi antar anggota keluarga.

       Berikut ini adalah reaksi-reaksi yang mungkin muncul pada orang tua terhadap bayi yang sakit :

Ketidakpercayaan

       Perasaan tidak percaya sering muncul ketika bayi sakit dengan tiba-tiba. Jika kondisi tersebut berpotensi untuk mengancam kehidupan atau dapat menyebabkan masalah jangka panjang yang kronis akan menimbulkan dampak bagi orang tua seperti rasa ketidakpercayaan pada hal yang dialami oleh bayi.

Perasaan Bersalah

       Beberapa orang tua akan menyalahkan diri mereka sendiri karena penyakit yang diderita oleh bayinya. Sebagai contoh ketika bayi mengalami kecelakaan dan terluka, orang tua akan berpikir bahwa mereka kurang cukup waspada dan pada akhirnya timbul perasaan bersalah.Marah

       Reaksi ini mungkin diperburuk jika perawatan atau perhatian tidak menunjukkan hasil yang baik sesuai yang diharapkan. Petugas kesehatan adalah orang yang sering terkena dampak dari rasa marah tersebut.

Rasa Takut

       Banyak orang tua memiliki pengalaman kecil sebelumnya tentang kesehatan, mungkin terakhir yang dirasakan adalah kebahagiaan saat melahirkan bayi mereka. Saat bayi sakit, orang merasa kesepian, tidak kuat dan merasa ketakutan. Bekerja sama dengan orang tua dan menyediakan informasi yang dibutuhkan dapat membantu orang tua mengatasi rasa takut.

Frustrasi

       Orang tua dapat menjadi frustrasi, sebagai contoh mereka telah menunggu untuk bertemu dengan dokter selama beberapa jam untuk menanyakan kondisi kesehatan bayinya. Kemungkinan orang tua dapat merasa lelah dan tidak berdaya dalam menghadapi situasi ini. Meluangkan waktu untuk orang tua dan menjelaskan tentang rencana perawatan dapat membantu orang tua mengatasi rasa frustrasi.

Depresi

       Orang tua dapat merasakan bahwa mereka tidak mampu mengatasi bayi mereka yang sakit sebaik keluarga lain. Petugas kesehatan terkadang kurang memperhatikan hubungan komunikasi yang baik dengan orang tua. Petugas kesehatan tidak selalu menyadari kesusahan orang tua. Memjalin hubungan terapeutik yang baik dan berkomunikasi secara jujur pada orang tua akan membantu orang tua mengatasi rasa depresi.

 

Ian Peate. Caring for Children and Families. London : John Wiley and Sons Ltd. 2006.

Megakolon Kongenital

Pengertian

Penyakit Hirschprung adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus (Ariff Mansjoer, dkk. 2000). Dikenalkan pertama kali oleh Hirschprung tahun 1886. Zuelser dan Wilson , 1948 mengemukakan bahwa pada dinding usus yang menyempit tidak ditemukan ganglion parasimpatis.

Penyakit Hisprung disebut juga kongenital aganglionik megakolon. Penyakit ini merupakan keadaan usus besar (kolon) yang tidak mempunyai persarafan (aganglionik). Jadi, karena ada bagian dari usus besar (mulai dari anus kearah atas) yang tidak mempunyai persarafan (ganglion), maka terjadi “kelumpuhan” usus besar dalam menjalanakan fungsinya sehingga usus menjadi membesar (megakolon). Panjang usus besar yang terkena berbeda-beda untuk setiap individu.

Etiologi

Adapun yang menjadi penyebab Hirschsprung atau Mega Colon itu sendiri adalah diduga terjadi karena faktor genetik dan lingkungan sering terjadi pada anak dengan Down syndrom, kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi, kranio kaudal pada myentrik dan sub mukosa dinding plexus.

Patofisiologi

Istilah congenital aganglionic Mega Colon menggambarkan adanya kerusakan primer dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding sub mukosa kolon distal. Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rectum dan bagian proksimal pada usus besar. Ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya gerakan tenaga pendorong ( peristaltik ) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter rectum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya feses secara normal yang menyebabkan adanya akumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna. Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon ( Betz, Cecily & Sowden, 2002:197).

Semua ganglion pada intramural plexus dalam usus berguna untuk kontrol kontraksi dan relaksasi peristaltik secara normal.
Isi usus mendorong ke segmen aganglionik dan feses terkumpul didaerah tersebut, menyebabkan terdilatasinya bagian usus yang proksimal terhadap daerah itu karena terjadi obstruksi dan menyebabkan dibagian Colon tersebut melebar ( Price, S & Wilson, 1995 : 141 ).

Manifestasi klinis

Bayi baru lahir tidak bisa mengeluarkan Meconium dalam 24 – 28 jam pertama setelah lahir. Tampak malas mengkonsumsi cairan, muntah bercampur dengan cairan empedu dan distensi abdomen. (Nelson, 2000 : 317).

Gejala Penyakit Hirshsprung adalah obstruksi usus letak rendah, bayi dengan Penyakit Hirshsprung dapat menunjukkan gejala klinis sebagai berikut, obstruksi total saat lahir dengan muntah, distensi abdomen dan ketidakadaan evakuasi mekonium. Keterlambatan evakuasi meconium diikuti obstruksi konstipasi, muntah dan dehidrasi.

Gejala ringan berupa konstipasi selama beberapa minggu atau bulan yang diikuti dengan obstruksi usus akut. Konstipasi ringan entrokolitis dengan diare, distensi abdomen dan demam. Adanya feses yang menyemprot pas pada colok dubur merupakan tanda yang khas. Bila telah timbul enterokolitis nikrotiskans terjadi distensi abdomen hebat dan diare berbau busuk yang dapat berdarah  ( Nelson, 2002 : 317 ).

Pada Anak – anak akan terjadi :

  1. Konstipasi
  2. Tinja seperti pita dan berbau busuk
  3. Distenssi abdomen
  4. Adanya masa difecal dapat dipalpasi
  5. Biasanya tampak kurang nutrisi dan anemi ( Betz cecily & sowden, 2002 : 197 )

Komplikasi

  • Obstruksi usus
  • Konstipasi
  • Ketidak seimbangan cairan dan elektrolit
  • Entrokolitis
  • Struktur anal dan inkontinensial ( pos operasi ) ( Betz cecily & sowden, 2002 : 197 )

Penatalaksanaan.

  1. Konservatif. Pada neonatus dilakukan pemasangan sonde  lambung serta pipa rektal untuk mengeluarkan mekonium dan udara.
  2. Tindakan bedah sementara. Kolostomi pada neonatus, terlambat diagnosis, enterokolitis berat dan keadaan umum buruk.
  3. Tindakan bedah defenitif. Mereseksi bagian usus yang aganglionosis dan membuat anastomosis.
  4. Perawatan
    Perhatikan perawatan tergantung pada umur anak dan tipe pelaksanaanya bila ketidakmampuan terdiagnosa selama periode neonatal, perhatikan utama antara lain :

    1. Membantu orang tua untuk mengetahui adanya kelainan kongenital pada anak secara dini
    2. Membantu perkembangan ikatan antara orang tua dan anak
    3. Mempersiapkan orang tua akan adanya intervensi medis ( pembedahan )
    4. Mendampingi orang tua pada perawatan colostomy setelah rencana pulang ( FKUI, 2000 : 1135 )

Pada perawatan preoperasi harus diperhatikan juga kondisi klinis anak – anak dengan mal nutrisi tidak dapat bertahan dalam pembedahan sampai status fisiknya meningkat. Hal ini sering kali melibatkan pengobatan simptomatik seperti enema. Diperlukan juga adanya diet rendah serat, tinggi kalori dan tinggi protein serta situasi dapat digunakan nutrisi parenteral total ( NPT )

 

Awan Tag