Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Archive for the ‘Saints & Teknologi’ Category

Ditemukan, Kapal Selam Jepang Tercanggih

Peneliti mengumumkan penemuan kapal selam Jepang yang digunakan dalam Perang Dunia II, termasuk satu yang membawa pesawat untuk menyerang kota-kota AS dan Terusan Panama.

Mereka menemukannya di perairan Hawaii, tempat di mana kapal selam tersebut tenggelam 63 tahun lalu.

Kapal selam yang ditemukan, berada di antara lima kapal yang ditangkap oleh pasukan Amerika pada akhir perang, kemudian dibawa ke Pearl Harbor untuk dipelajari, hingga akhirnya ditemukan di lepas pantai Oahu, pada kedalaman sekitar 2.600 meter dengan menggunakan submersibles dari Hawaii Undersea Research Laboratory.

Operasi tersebut dibiayai oleh National Oceanic and Atmospheric Administration yang berlokasi di Universitas Hawaii, Manoa.

Kapal selam yang ditemukan merupakan salah satu kendaraan militer tercepat yang pernah dibuat dan dapat mencapai kecepatan 20 knot saat berada di dalam laut. Seperti halnya kapal selam buatan Jepang lainnya, lambungnya dilapisi karet. Sebuah inovasi yang dimaksudkan untuk mengurangi pendeteksian radar sonar.

Terry Kerby, Direktur operasional laboratorium dan chief pilot, mengatakan kelompoknya telah mencari bangkai kapal dari era Perang Dunia II sejak tahun 1992. Dengan uji coba penyelaman, mereka memeriksa sistem submersibles sebelum melakukan eksplorasi ilmiah utama. “Kapal besar tesebut telah menjadi incaran utama di daftar kami,” kata Kerby dalam konferensi pers.

“Kami dapat memilih beberapa landmark dan triangulasi untuk mendapatkan posisi kasar di mana I-14 tenggelam,” kata Kerby.

Dulu, kapal-kapal selam itu dimaksudkan untuk mengancam Amerika Serikat secara langsung, tapi tidak ada serangan yang terjadi. Carl Boyd, mantan dosen sejarah di Universitas Old Dominion yang juga penulis “kekuatan bawah laut Jepang dan Perang Dunia II,” mengatakan Angkatan Laut selalu tahu apa yang kapal selam lakukan.

Ilmuwan Ciptakan Penis Buatan

Para peneliti berhasil membuat penis kelici buatan dengan menggunakan sel-sel dari binatang lainnya. Penis itu kemudian digunakan untuk menghasilkan anak kelinci.

Pekerjaan tersebut membuat para ilmuwan lebih dekat untuk membuat organ-organ padat kompleks lainnya, seperti hati dengan menggunakan sel-sel pasien sendiri, para peneliti di Proceedings of the National Academy of Sciences melaporkan.

Dr Anthony Atala dari Universitas Wake Forest, Institut Baptist Medical Center for Regenerative Medicine, yang memimpin studi mengatakan, “Setelah jaringan ditanam, tubuh mengakui jaringan sebagai miliknya sendiri.”

Dr Atala fokus pada penis karena ia adalah ahli urologi pediatrik, yang selama bertahun-tahun khusus menangani gangguan dan cacat bawaan dari organ-organ seksual.

“Itu merupakan inspirasi dari pekerjaan ini. Kita melihat bayi yang lahir dengan kekurangan alat kelamin sepanjang waktu. Tidak ada pilihan yang baik,” katanya.

Tim Dr Atala menciptakan sebuah perancah menggunakan penis kelinci, dan mengeluarkan semua sel hidup yang ada di dalamnya dengan hanya menyisakan tulang rawan. Mereka kemudian mengambil sepotong jaringan kecil dari penis kelinci lain dan menumbuhkan sel-sel di laboratorium.

Dr Atala mengatakan pekerjaan itu telah menghabiskan waktu selama 18 tahun untuk diselesaikan. “Kami harus menemukan faktor pertumbuhan yang tepat, bahan baku yang tepat untuk menumbuhkan sel-sel di dalam,” katanya

Diprotes, Uji Coba NASA pada Monyet

Kelompok PCRM meluncurkan protes yang meminta masyarakat untuk memberitahu administrator NASA Charles Bolden untuk menghentikan eksperimen lembaga itu.

“Eksperimen radiasi yang melibatkan primata biasanya berujung pada pengendalian dan prosedur lain yang kejam,” klaim Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM).

“Seperti primata lainnya, monyet sangat cerdas dan mempunyai ikatan keluarga yang kuat, menunjukkan empati, serta yang paling penting dapat merasakan penderitaan.”

PCRM menggambarkan dirinya sebagai kelompok dokter dan orang awam yang bekerja sama untuk praktek medis, penelitian, dan promosi kesehatan yang efektif dan penuh kasih sayang.

Meskipun terdapat kesamaan antara primata dan manusia dalam rangka untuk mendapatkan hasil penelitian, organisasi tersebut menegaskan bahwa secara genetik, fisiologis, dan perbedaan anatomis spesies akan membatasi hasil kesimpulan studi.

Kelompok PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) juga mempermasalahkan ujicoba monyet dengan radioaktif.

PETA menulis dalam posting blog, “meskipun monyet NASA dijamin tidak akan terbunuh, mereka pergi ke tempat di mana percobaan radiasi sebelumnya telah menyebabkan monyet menderita kanker fatal, termasuk tumor otak.”

PETA mengatakan sudah mengirim surat ke NASA memprotes percobaan minggu lalu, tapi belum mendapat balasan dari lembaga ruang angkasa AS itu.

NASA Sembunyikan Fakta Kiamat 2012

Perdebatan tentang kebenaran kiamat 2012 terus berlanjut. Beberapa website menuduh badan antariksa AS NASA menutupi kebenaran akan kehancuran bumi itu.

Sebaliknya NASA dengan keras menentang kampanye kiamat akan terjadi pada 2012 yang ramai dibicarakan di internet. NASA mengecam tuduhan ini dengan menyebutnya sebagai “bualan internet.”

“Tidak ada fakta yang mendasari dari klaim itu,” NASA mengatakan dalam sebuah posting di situs resminya.

Jika tabrakan benar akan terjadi, astronom pasti telah mengikutinya sejak satu dekade terakhir, dan hal itu sudah terlihat sekarang,” tambah NASA.

“Ilmuwan yang kredibel di seluruh dunia tahu, bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012,” NASA bersikeras.

“Lagi pula planet kita baik-baik saja selama 4 miliar tahun belakangan.”

Pada awalnya, teori kiamat yang beredar mengatakan tebrakan akan terjadi pada bulan Mei 2003. Namun tidak ada yang terjadi hingga tanggal tersebut mundur ke musim dingin 2012 yang bertepatan dengan akhir siklus kalender Maya kuno.

NASA bersikukuh bahwa kalender maya tidak akan berakhir tahun 2012, dan mengatakan tidak akan ada garis khtulistiwa sejajar dalam beberapa dekade ke depan.

Meskipun ada ramalan mengenai seluruh planet yang berada dalam satu garis sejajar, namun efek hal itu tidak penting, NASA mengatakan.

Suku Maya modern di Guatemala dan Mexico juga telah bergegas untuk menepis ramalan tersebut.

Mereka melihat perkembangan kiamat 2012 sebagai campuran dari kebingungan, kesal dan marah pada apa yang dianggap sebagai distorsi Barat yang mengganggu tradisi dan keyakinan mereka.

“Tidak ada konsep kiamat dalam budaya suku Maya,” Jesus Gomez, ketua dari konfederasi pendeta dan pempimbing spiritual suku maya di Guatemala, seperti dilansir dari The Sunday Telegraph.

Cirilo Perez, penasihat Presiden Guatemala, Alvaro Colom dan seorang ahli nujum terkemuka mengecam terjadinya eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar.

“Ini semua menjadi bisnis, tanpa ada keinginan untuk mengerti,” katanya. “Ketika orang asing, atau bahkan saat beberapa orang Guatemala melihat, mereka berpikir lihatlah suku Maya, betapa baiknya, betapa cantiknya. Namun mereka tidak mengerti kita.”[

Bagaimana Semut Membuat Sarangnya

Semut merupakan serangga yang sangat rajin di mana kerajinanya banyak diungkap dan dimanfaati oleh manusia di seluruh dunia dalam peribahasa dan kata-kata bernas. Malahan dalam al-Quran sendiri pun sudah ada satu surah yang dedikasikan dan dinamakan semut (an-Naml). Berbadan kecil dengan hanya 2 perut dan 3 mata, mereka dapat mengangkat beban 2 kali ganda daripada beratnya. Mari kita lihat kenapa semut ini amat diagungkan oleh kebanyakkan orang. Experimen ini telah dijalankan oleh unit penyelidikan di NASA di Florida, USA. Siapa yang tak tahu siapa tu NASA sila angkat tangan. Semua sedia maklum kan NASA ni siapa, ala yang membuat penyelidikan sains untuk roket-roket tu kan. Dalam experimen yang dijalankan itu, kali ini NASA mahu melihat bagaimana semut membuat sarangnya.

Semut-semut ini diletakkan di dalam sebuah bekas khas yang tertutup yang dilihat seperti akuarium dengan hanya disinari oleh cahaya ultra violet (cahaya ungu yang mewakili cahaya matahari) dan medium dalam bekas itu adalah tanah lutsinar (mempunyai sifat-sifat galian dan nutrisi seperti tanah tetapi lutsinar). Aku pun tak berapa tahu apa jenis tanah lutsinar tu, mungkin macam gel minyak rambut kita tu kot hehe.

Setelah beberapa minit berlalu, semut-semut itu mula bekerja, membuat lubang-lubang jalan iaitu koloni-kolini kecil untuk membantu semut-semut lain bergerak di dalam “tanah”. Semut-semut ini mahu melarikan diri dari terikan panas mentari, kalau tak salah aku lah. Takkan depa semua nak duduk bawah panas mentari kan. Lari lari…

Hasilnya, terbentuklah pelbagai jenis lorong-lorong kecil yang menghubungkan jalan-jalan dalam tanah yang merupakan suatu seni yang amat unik. Jika kita lihat dari jauh, Subhanallah, indah dan kreatif sekali makhluk ciptaan Allah ini. Mari kita mencontohi kerajinan dan kekreatifan semut ini dan mengaplikasikan dalam kehidupan seharian kita. Bukan itu sahaja, mereka juga dilihat bekerjasama untuk mencapai matlamat mereka untuk membuat sarang yang selesa untuk mereka. Sekian sahaja eksperimen hari ini. Kepada saintis-saintis muda, boleh la buat eksperiment ini di rumah dan lihat sendiri hasilnya.

Ilmuwan Bantah Mitos 2012 Akan Kiamat

(telegraph.co.uk)

Jakarta -Sebuah tim ilmuwan telah membongkar kepalsuan mitos ramalan Maya kuno tentang dunia yang akan berakhir pada tahun 2012.

Menurut laporan di National Geographic, mitos pertama dibantah oleh ilmuwan dengan menyebut kalender Maya tidak berakhir pada tahun 2012, dan orang Maya tidak menilai tahun itu sebagai akhir dunia.

Mitos kedua menyebut pada tahun 2012, benua akan tercerai dan menghancurkan peradaban. Dalam pandangan pendukung kiamat pada 2012, samudera yang terbelah akan membuat kota jadi laut, pohon palem didorong ke kutub, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan bencana lainnya.

Para ilmuwan menolak scenario dramatis seperti itu, dan mengatakan bahwa bukti magnetik dalam batuan mengkonfirmasi bahwa bebatuan benua telah mengalami penataan ulang secara drastis, tapi proses itu memakan waktu jutaan tahun.

Mitos ketiga menyebut pengamat langit percaya 2012 akan dekat dengan “penyelarasan galaksi”, yang akan terjadi untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun.

Kejadian itu ditakutkan memaparkan bumi pada kekuatan galaksi yang tidak diketahui dan mempercepat kiamat.

“Tidak ada kesejajaran galaksi pada tahun 2012, atau setidaknya tidak ada yang luar biasa,” bantah David Morrison, ilmuwan senior NASA.

Dia menjelaskan penyelarasan terjadi pada setiap musim dingin solstice, ketika matahari seperti yang terlihat dari bumi, muncul di langit dekat dengan titik tengah Bima Sakti.

Mitos keempat menyebut Planet X yang misterius alias Nibiru, sedang pada jalur tabrakan dengan bumi, atau setidaknya mengganggu arah bumi.

Dikatakan tabrakan langsung akan memusnahkan bumi. Bahkan posisi sangat dekat bisa menghujani bumi dengan asteroid mematikan.

Tapi, menurut Morrison, “Tidak ada obyek di luar sana. Itu mungkin yang paling mudah untuk diucapkan. ”

Mitos kelima adalah bahwa dalam beberapa skenario bencana 2012, matahari kita sendiri adalah musuh, karena menghasilkan letusan-letusan jilatan api mematikan, dan menyalakan panas di bumi.

“Ternyata matahari tidak sesuai jadwal,” kata Morrison. “Kami berharap bahwa siklus ini mungkin tidak akan mencapai puncaknya pada tahun 2012, tetapi satu atau dua tahun kemudian,” tambahnya.

Kupu-kupu Akan Terbelah Jadi Dua

Jakarta- Para peneliti menemukan populasi kupu-kupu tropis di Ekuador mengalami fenomena luar biasa. Kupu-kupu itu punya cara untuk membelah menjadi dua spesies yang berbeda.

Kupu-kupu berjenis Heliconius cydno di bagian barat Ekuador memiliki dua variasi warna yaitu putih dan kuning (Marcus Kronforst dan Krushnamegh Kunte)

Marcus Kronforst dari Harvard University dan rekan-rekannya menemukan bahwa variasi di warna sayap pada spesies kupu-kupu Heliconius Ekuador, terikat pada preferensi perkawinan dan dapat menyebabkan perpecahan dalam spesies.

Dua varietas Heliconius cydno hidup berdampingan dan kawin satu sama lainnya. Pola kuning atau putih pada sayap dikontrol oleh satu gen yang sama.

Para peneliti yang mempelajari kupu-kupu di penangkaran menemukan bahwa mereka tidak kawin secara acak. Kupu-kupu kuning pejantan menunjukkan preferensi pasangan dari warna yang sama, sedangkan kupu-kupu putih pejantan tidak menunjukkan preferensi warna.

Para peneliti telah membandingkan situasi ini dengan kelompok kupu-kupu Heliconius di Kosta Rika, di mana hasilnya menunjukan kupu-kupu putih dan kuning yang terpisah, namun dalam kerangka spesies yang berdekatan dan menunjukkan preferensi warna kupu-kupu yang sama.

“Perbedaan halus dalam preferensi pasangan warna di Ekuador dapat menjadi langkah pertama, dalam proses yang pada akhirnya dapat menghasilkan dua spesies, seperti yang kita lihat di Kosta Rika,” kata Kronforst.

“Proses ini bisa memiliki efek samping yang menyebabkan sub-populasi yang berbeda tidak lagi saling kawin,” kata Kronforst. “Hal ini tampaknya menjadi proses yang baru saja dimulai oleh kupu-kupu Heliconius di Ekuador.”

Penelitian ini akan diterbitkan dalam journal science.

Awan Tag