Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Archive for the ‘My true story’ Category

my wonderful job

Sudah lama rasanya aku tidak menulis,, guys sekarang aku sudah bekerja di sebuah rumah sakit daerah. Rumah sakitnya bisa dibilang sedikit lumayan besar, yah tipe B lah. Hanya saja ada beberapa hal yang mungkin tidak seperti kebanyakan rs tipe B yang lain.

Aku sudah bekerja kira-kira 3 bulan dan ini adalah bulan terakhir aku menjalani masa training. Aku bertugas di ruang semi intensif care atau biasa disebut high care unit. Banyak sekali hal-hal yang aku tidak mengerti dan tidak kupahami sebelumnya disini. Namun, lama-kelamaan aku menjadi terpaksa mengerti dan memahami kondisi yang terjadi di tempat aku bekerja. Ruangan tempat aku bekerja adalah ruangan yang crowded, tidak jelas alur keluar masuknya pasien (ini karena sebab yang aku belum bisa ikut campur karena biasalah yang muda yang tak dipercaya, im still junior right there). Rata-rata pasien disini adalah pasien yang ada di fase-fase terminal bahkan membutuhkan bantuan ventilasi mekanik untuk keberlangsungan hidup. Tapi saya ingatkan lagi alur masuk dan keluar pasien di ruangan ini menurutku aneh, tidak sesuai dengan protab yang saya baca dan yang dikeluarkan sendiri oleh pihak direksi RS ini.

Padahal menurut prosedur dan kriteria pasien yang saya baca dari surat masuk tersebut adalah, pasien yang masuk di ruang tempat saya bekerja adalah pasien yang membutuhkan perawatan yang lebih sering atau intensif namun parameter hemodinamik masih stabil. Sepertinya susah memaknai definisi tersebut. Baiklah langsung ke kasus saja. Misal pasien dengan CHF NYHA I-II, pasien dengan GCS lebih dari 10 yang membutuhkan syringpump atau pemantauan hemodinamik lebih  sering, pasien post op yang membutuhkan observasi lebih sering dengan catatan hemodinamik stabil. Yang paling saya ingat dari tulisan-tulisan tersebut adalah hemodinamik pasien masih stabil. Dan alur masuk pasien adalah pasien bisa dari ruang mana saja. Serta alur keluar pasien adalah bisa pindah ke ruangan perawatan biasa jika sudah membaik atau bisa masuk ke ruangan yang lebih tinggi tingkatannya jika keadaan memburuk seperti hemodinamik tidak stabil atau membutuhkan bantuan ventilasi.

Namun, apa yang terjadi guys? Selama ini itu bisa dibilang tulisan hanyalah tulisan, prosedur cukuplah prosedur. Realitanya banyak yang tidak sesuai. Jika saya bertanya dengan atasan, pasti jawabannya ya mau gimana lagi, kita tidak punya wewenang (is that really?????). ataupun mungkin jawabannya yah gimana ya guys soalnya rekan sejawat lain profesi yang itu tuh maunya begini begitu. (Oh my God, itu alasan lama bingit bingit).

Sering sekali pasien yang sebenarnya tidak masuk kriteria malah dirawat di ruangan ini. Pasien yang hanya membutuhkan perawatan ruang biasa misalnya, bisa lho dimasukkan ke ruangan ini. Alasannya adalah sang pemeriksa utama nya suka di ruangan ini. Atau bahkan pasien di ruangan ini bisa juga langsung pulang jika sembuh, maksudnya harusnya waktu keadaan membaik dirawat di ruangan biasa tapi ini tetap di ruangan ini sampai pasien pulang.  Nah, yang seperti ini lah yang kadang jadi pertanyaan buat saya, bolehkah seperti ini (kenyataanya terjadi dan boleh-boleh saja tuh). Saya cuma kasihan dengan pasien lain yang sebenarnya lebih membutuhkan perawatan di ruangan ini. Hampir sering terjadi pasien inden dan harusnya dirawat di ruangan ini namun tidak bisa dikarenakan kuota bed penuh. Nah ini lho teman-teman yang jadi kontradiksi. Kuota penuh karena sering pasien sudah membaik tapi tidak dipindah di ruangan lain karena faktor x yang tadi. Jadi dilema sendiri.

Dan kakak ruangan ini (ruangan yang tingkatannya lebih tinggi), karena sang empu nya seringkali tidak memberi acc untuk pasien masuk di ruangan kakak ini terpaksa sang pemeriksa enggan untuk berurusan dengan ruangan kakak ini. Saya jadi bingung, juga tercengang. Begini ya ternyata lingkungan kerja itu. Di kampus mah kita gak tau yang beginian. Taunya hanya bagaimana merawat pasien dengan caring, ramah, cepat, tanggap, dan memuaskan.

Alhamdulillah, meskipun kenyataan di tempat saya bekerja membuat banyak dilema buat pikiran saya yang masih terdoktrin sesuatu hal yang sesuai prosedur. Sekali lagi Alhamdulillah, puji syukur untuk Allah yang tetap menjaga hati saya untuk terus ikhlas dalam merawat pasien-pasien di ruangan yang campur aduk ini. Saya selalu berusaha mengesampingkan hal-hal tabu dan kontradiksi saat saya berhadapan dengan pasien. Saya menyukai pekerjaan saya dalam kondisi apapun. Saya menyukai interaksi dengan banyak pasien, dan keluarga pasien.

Apalagi di ruangan ini saya juga diberi amanah untuk membimbing bibit-bibit baru tenaga perawat yang luar biasa (baca mahasiswa praktek). Saya senang sekali karena bisa berdiskusi dengan mereka. Mengingatkan kembali pada saat saya kuliah dulu. Saya berusaha memberikan contoh yang baik dan menjadi role model yang baik bagi mereka juga untuk teman-teman saya bekerja. Apapun yang terjadi, pasien adalah yang utama. Kesampingkan yang lain saat memberi pelayanan pada pasien, itulah profesional. J

Saya berharap keadaan dilema ini akan segera berakhir dan berjalan dengan sebagaimana mestinya tanpa ada hal-hal yang membuat berbagai pihak merasa dikecewakan. Saya berharap rumah sakit ini menjadi rumah sakit pusat rujukan, dengan visi misi yang telah diikrarkan juga bisa tercapai.

Sekali lagi, saya bangga menjadi bagian dari rumah sakit ini. Saya akan memberikan yang terbaik untuk rumah sakit ini. Mengabdi dan melayani.. J

 

Iklan

Welcome to Borneo Island (Ulung Dwiputra Wijaya’s story)

“Baru sampe bandara Balikpapan”

Sender : kio-chan:) 10-Nov-2012 07:42:04 WIB

Hufft, Alhamdulillah kau sudah sampai di borneo island juga..

“aku lho bar numpak pesawat…:D”

Smsmu ini konyol sekali beb…

Welcome to borneo island ya bebe..unfortunately duluan aku yang sudah pertama mencicipi tinggal disana sebelum kamu..:p

kamu pasti turun di bandara sepinggan..

tanyaku : Jam berapa disana? dan bagaimana keadaannya?
jawabmu :

“Beda waktu sejam, dan disini gerimis.”

doaku dalam hati, semoga kamu tahan dengan cuaca ekstrim disana, dan kamu sehat selalu ya be…

love you much..

Baik-baik ya kamu disana…

Galau beda pulau (Semarang-Samarinda)

“Beb, aku mau dikirim ke samarinda.”

Begitulah smsmu waktu itu, bebrapa hari yang lalu. I speechless. Aku nggak ngerti mesti ngomong apa kala itu. Betapa cepatnya, betapa singkatnya, baru saja seminggu kau pergi dariku, kau sudah mau pergi yang lebih jauh lagi. Jika kita masih berada dalam satu pulau, kupikir itu tidak terlalu buruk. Ini lain pulau, dan lain waktu.

Aku takut..

Aku takut jika nanti aku sangat merindukanmu dan aku tidak bisa menelponmu karena kau sibuk. Aku takut jika nanti kau tak rindu lagi padaku. Aku takut kamu kenapa2 disana, aku takut kamu sakit dan tidak ada yang menjaga. Lebihnya aku takut sendirian di kerumunan tanpamu, aku takut aku tak terjaga, aku takut tak ada tempat tuk bersandar, aku takut tak ada tempat berkeluh kesah. Dan aku takut kau jadi super sibuk hingga aku tak dapat lagi perhatianmu.

TAPI, aku harus buang jauh-jauh rasa takut itu. Hallo sayang, aku bukan pengecut. Aku tak akan terkalahkan hanya karena jarak, waktu, dan tempat. Aku tau dan yakin bahwa rasa sayangku ditambah dengan kesabaran serta kepercayaanku padamu, aku bisa melewati ini semua. Aku sayang padamu Kio chan.

Samarinda, hummm..tak apa jika kita lama tak bersua mestinya nanti akan lebih hangat jika kita bersua. Tak apa kita tak saling berjabat, asal bibir masih dapat berucap meski hanya lewat telepon. Aku masih bisa mengirimmimu pesan setiap hari, mengatakan aku cinta padamu, aku rindu, menanyakan keadaanmu, sudahkah kau makan, sehatkah kau, bagaimana disana, hujankah?,,,begitu setiap waktu tak peduli kapan kau sempat membacanya.

Ulung Dwiputra Wijaya, aku akan selalu menemani langkahmu meski kita tak bersama dalam satu tempat. Paling tidak aku ada disini, datanglah padaku kapanpun kau mau, akan kusambut dengan pelukanku. Ulung Dwiputra Wijaya, biarkan seluruh orang di dunia tau akan hal ini.

Sayangku, jelajahilah dunia ini, jelajahi sayang, jelajahi saja…karena kelak ketika kita menghabiskan malam bersama selalu akan ada cerita menarik tentang itu, ataupun kau bisa menceritakan petualangan2mu yang hebat untuk anak-anak kita nantinya. Aku menantikan kisahmu sayang.

I love you, and sampai ketemu di suatu waktu ya sayang..

Peluk ciumku untukmu, dan doaku selalu menyertaimu..

Lelakiku, Ulung Dwiputra Wijaya

dia adalah MY MAN,,,

hehhehhe..siapa lagi kalau bukan Ulung Dwiputra Wijaya….

sekarang ini aku lagi kangen banget sama ulung, karena ulung sekarang sedang berada di cibitung. kerja disana..hemm aku berdoa semoga dia selalu sehat dan bugar.

Aku mencintainya, sangat mencintainya…

jujur saja dia itu memang menyebalkan dan ngangenin…arrgggghhhh aku kangen kamu sayang…

apalagi kalau musim ujan gini, aku tambah kangen sama ulung dwiputra wijaya..karena banyak kisah yang kami lewati saat hujan. kami pernah berhujan-hujan ria, makan bakso, maen air..dan banyak lagi..apalagi yg paling kurindukan adalah pelukannya yang hangat,,,,,arggghhh so sweet…….

hmmmm….love you so much deh beb..

this is for you my love..

Dibalik senyuman yang menawan itu tersimpan berjuta beban yang harus ditanggungnya.

Lelaki yang tangguh tapi rapuh didalam, lelaki yang melindungi tetapi butuh dimengerti.

Tak semua yang kubayangkan mengenai lelaki itu benar adanya.

Kutemukan itu setelah aku bersamanya.

Bisakah kau bayangkan tubuh kekar itu tiba-tiba layu meringkuk.

Bisakah kau terima jika dia yang begitu teguh tiba-tiba jatuh tersungkur.

Lalu apa yang kau butuhkan wahai lelaki tangguh nan rapuh.

Pelukan, ciuman, pagutan, ataukah rayuan?

Lebih dari sekedar itu bukan.

Seringkali aku melihatmu termenung, namun ketika aku memanggilmu tiba-tiba kabutmu menghilang,,

Sambutan hangat mentari pagi seperti memelukku.

Terkadang kau bisa tertawa lepas seperti tak ada beban.

Lelaki seperti itu kini ada dalam hidupku,

Membuang semua imajinasi palsuku tentang kuatnya anak Adam

Benar kuat namun butuh dikuatkan,

Benar tangguh namun butuh direngkuh,

Sekarang aku mafhum.

Si Kembar yang Tak Pernah “Kembar”

Hari ini cukup menyenangkan. Hari ini aku selesai agenda presentasi di TK Pertiwi Tembalang. Aku mengusung tema “salah asuh anak rapuh.” Dimana disana aku menjelaskan tentang perkembangan anak dan kepribadian anak yang berbeda-beda. Aku juga menambahkan tentang beberapa kesalahan orang tua yang tanpa disadari sering sekali dilakukan oleh orangtua. Seperti tidak disiplin, memperlakukan anak seperti layaknya orang dewasa, melayani anak habis-habisan, dan lain-lain. Juga saya memperkenalkan pola asuh seperti otoriter, prmisif, demokratis, dan Indulgent.

Pola asuh Indulgent atau membiarkan adalah pola asuh yang hanya ada di Indonesia. Contohnya setelah melahirkan, ibu pergi ke luar negeri, tidak ada keterlibatan secara langsung dengan anak secara fisik.

Nah disini saya mengalami sedikit kebingungan ketika ada seorang ibu yang bertanya kepada saya, beliau memiliki anak kembar namun sedikit merepotkan katanya. Jadi ketika si A ini minta sekolah ditungguin namun si B menolak, dan ketika besoknya si B ingin ditunggui sedangkan si A menolak, begitu juga halnya belajar mereka, ketika si A ini rajun, si B tidak, besoknya kebalikannya si B rajin si A tidak. Nah solusi seperti apa yang disarankan. Saya sempat bingung. Akhirnya saya ngeles dengan PR untuk saya..

Hahhahahha, jika ingat saya jadi malu deh..

Mungkin itu juga pelajaran buat saya agar saya banyak membaca dan belajar lagi. Saya sedikit demi sedikit juga menyerap ilmu dari klien-klien saya. Ilmu tentang anak, hehhhee,,bisa untuk persiapan berkeluarga nanti.

Yah itu dulu curhatan saya..

 

Semoga ada yang bisa membantu..hehhe

MY GRADUATION (Jeanny Ivones, S.Kep)

saat aku wisuda sarjana tgl 23 oktober 2012. aku senang karena aku sudah melewati tahap aku kuliah sarjana. sebenarnya aku berniat untuk melanjutkan ambil profesi keperawatan atau Ners namun aku juga ingin melanjutkan kuliah S2 ku..

semoga aku mendapatkan petunjuk akan memilih jalan yang mana. dan semoga gelar yang kudapat ini bukan semata-mata untuk pagelaran saja. mudah2an aku bisa mengaplikasikan ilmuku untuk negara ini.

catatanku :

aku sekarang bekerja di Grahita Indonesia yaitu suatu lembaga psikologi terapan. sebenarnya aku ikut masuk di Grahita lantaran selain aku untuk mengisi waktu luang, juga untuk tambahan uang saku selama aku menunggu untuk kuliah lagi.

Namun setelah aku menjalaninya aku jadi sangat tertarik untuk meneruskan kegiatan bermanfaat ini. Bagaimana tidak, aku bisa sekaligus belajar publik speaking, marketing dan terutama tentang psikologis anak. disini aku banyak belajar mengenai anak. jadilah aku tertarik untuk melanjutkan kuliah di psikologi. uhmmm aku jadi bingung.

yah semoga Allah memberiku petunjuk..

cc : Jeanny Ivones, S.Kep, Ulung Dwiputra Wijaya, Vionita Desiska, Siswoko, SE, Arlis Suci Kodrati, SE., Anugrah Yonggi Winarko, Gentnadi Adi Winarko

I love my fams and my love

Bermain Peran : Makanan Sehat (Mengenalkan makanan sehat pada anak pra sekolah)

waktu itu saya sedang praktek bersama dengan teman-teman saya di TK Buah Hati di daerah semarang. saya dan teman-teman mengajarkan tentang makanan sehat yang umumnya dibenci oleh anak-anak menjadi akan disukai oleh anak-anak.

sayuran yang penting karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh pertumbuhan anak. dan makanan sehat lain seperti ikan, protein nabati yaitu tahu dna tempe, telur.

bermain peran disini seperti memainkan drama dengan kami sebagai pemeran memakai kostum yang mirip seperti sayuran-sayuran maupun makanan sehat lain. selain itu kami juga membawa contoh asli dari makanan tersebut dan juga olahan dari bahan makanan tersebut.

menyenangkan sekali dapat berbagi ilmu bersama adek-adek di TK Buah hati. semoga anak indonesia sehat selalu dan menjadi generasi penerus bangsa yang hebat dan kuat.

 

Maaf sedikit narsis…hehehe

Awan Tag