Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

HEMODIALISA

Hemodialisis merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien dalam keadaan sakit akut dan memerlukan terapi dialisis jangka pendek (beberapa hari hingga beberapa minggu) atau pada pasien dengan penyakit ginjal stadium terminal (ESRD, end stage renal diasease) yang membutuhkan terapi jangka panjang dan atau terapi permanen.6

Tujuan hemodialisis adalah untuk mengambil zat-zat nitrogen yang toksik dari dalam darah dan mengeluarkan air yang berlebih. Dalam proses hemodialisa sendiri terjadi 2 proses yaitu proses difusi merupakan proses berpindahnya suatu zat terlarut yang disebabkan karena adanya perbedaan konsentrasi zat-zat terlarut dalam darah dan dialisat. Perpindahan molekul terjadi dari zat yang berkonsentrasi tinggi ke yang berkonsentrasi lebih rendah. Yang kedua proses ultrafiltrasi yaitu

berpindahnya zat pelarut (air) melalui membrane semi permeable akibat perbedaan tekanan hidrostatik pada kompartemen darah dan kompartemen dialisat. Tekanan hidrostatik / ultrafiltrasi adalah yang memaksa air keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat.6

          Dalam proses hemodialisis harus memperhatikan tanda-tanda vital yang terjadi sebelum, selama, dan sesudah proses dilakukan karena proses hemodialisa mampu mempengaruhi tekanan darah bisa meningkat drastis karena pengaruh pemggunaan Natrium selama proses hemodialisa dan bisa menurun dengan drastis karena banyaknya cairan yang keluar selama proses dialysis berlangsung, oleh sebab itu sangat penting dilakukan pengkajian sebelum proses, observasi selama proses, dan evaluasi setelah proses dialysis dilakukan.

 

TERAPI KLASIK

Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik dan elemen musik oleh seorang terapis untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan kesehatan fisik, mental emosional dan spiritual.3,4 Musik yang terdiri dari kombinasi ritme, irama, harmonic dan melodi sejak dahulu mempunyai pengaruh terhadap pengobatan orang sakit. Kerja musik dalam mempengaruhi kesehatan bisa dilihat dari pengaruh musik dalam menurunkan rasa nyeri. Musik  mempengaruhi autonomic merangsang kelenjar endofisis yang menyebabkan keluarnya endorphin (opiat alami) sehingga bisa terjadi penurunan rasa sakit dan akan mengurangi penggunaan analgetik.1

 Dalam hal penurunan tekanan darah dan stres diduga bahwa konsentrasi katekolamin plasma mempengaruhi aktivasi simpatoadrenergik, dan juga menyebabkan terjadinya pelepasan stress-released hormones.40 Berdasarkan penelitian sebelumnya bahwa musik klasik dapat memfasilitasi respon kardivaskuler terhadap stresor. 2

Pemberian musik dengan irama lambat seperti musik klasik akan mengurangi pelepasan katekolamin kedalam pembuluh darah, sehingga konsentrasi katekolamin dalam plasma rendah.40 Hal ini mengakibatkan tubuh mengalami relaksasi, denyut jantung berkurang dan tekanan darah menjadi turun.1

Prosedur intradialytic exercise:

Persiapan Alat

  1. VCD player / tape recorder / winamp pada Laptop
  2. CD / kaset

Persiapan Pasien

  1. Mengkaji keadaan umum
  2. Mengukur vital sign (tekanan darah, pernafasan, denyut nadi, suhu tubuh)

 

 

Pelaksanaan

  1. Latihan peregangan
    1. Peregangan leher

1)      Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

2)      Tundukkan kepala sampai dagu menyentuh dada.

3)      Tolehkan kepala kearah telinga kiri dan kanan bergantian.

4)      Ulangi Peregangan Pada Leher. 

5)      Dengan perlahan gerakan kepala ke arah bahu kanan, kembali tegak kemudian gerakan kepala kearah bahu  kiri

6)      Setiap gerakan dilakukan 8 hitungan

  1. Peregangan tangan /Lengan [Tangan dan pergelangan]

1)      Posisi duduk atau berbaring

2)      Angkat tangan anda, luruskan sejajar dengan bahu.

3)      Regangkan semua jari-jari tangan, kemudian ikuti gerakan mengepal. 

4)      Tiap gerakan dilakukan  sebanyak  8 kali

  1. Peregangan Bahu, punggung atas dan dada (Gerakan mengangkat bahu dan memutar bahu)     

1)      Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

2)      Angkat bahu kearah  telinga dengan gerakan turun naik.

3)      Putar bahu kanan kearah belakang kemudian kearah depan. Ganti bahu sebelah kiri degan gerakan yang sama.

4)      Putar  secara bersamaan kedua bahu kearah belakang dan depan .

5)      Setiap Gerakan dilakukan sebanyak 8 kali

  1. Peregangan dada dan punggung bagian atas (Bahu, punggung atas dan dada).

1)      Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

2)      Letakkan tangan di atas bahu dengan siku menekuk..

3)      Gerakkan memutar siku. Pertama kedepan, kemudian kebelakang.

4)      Gerakkan memutar dengan gerakan memutar siku anda, pertama kearah depan, lalu kebelakang.

5)      Hentikan putaran dan sentuhkan kedua siku di depan dada.

6)      Buka kedua siku ke arah luar dan tarik bahu bagian belakang bersama-sama. Rasakan regangan di dada.

7)      Ulangi gerangan kembali sebanyak 8 kali

 

  1. Peregangan bagian leher dan bagian samping

1)      Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

2)      Angkat kedua tangan atau salah satu tangan yang tidak diakses lurus ke atas, kemudian tangan diturunkan. Rasakan peregangan pada dada bagian samping

3)      Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

 

  1. Peregangan kaki bagian depan dan belakang, pergelangan kaki

1)      Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur dengan kaki lurus

2)      Dengan perlahan tekuk  kedua atau salah satu telapak kaki (bagian kaki yang tidak diakses) kearah badan, kemudian luruskan  kearah depan

3)      Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

  1. Latihan Penguatan
    1. Penguatan Lengan Atas, depan (Lengkungkan lengan)

1)      Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

2)      Pertahankan siku tetap berada di sisi badan, dan tekuk lengan anda.

3)      Putar telapak tangan ke atas dan buat kepalan, begitu juga dengan  dengan tangan yang lain.

4)      Perlahan-lahan naikan satu kepalan (dengan atau tanpa beban) ke arah bahu dan ke bawah.

  1. Penguatan  bagian  paha        

1)      Posisi duduk atau berbaring  di atas tempat tidur dengan kaki lurus

2)      Dengan perlahan tekuk kaki kanan kearah badan, kemudian kaki diluruskan kembali.

3)      Secara bergantian dilakukan antara gerakan kakisebelah kanan dengan kaki yang  sebelah kiri.

4)      Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

  1. Penguatan paha

1)      Sandarkan punggung di kursi atau tempat dengan kaki dinaikkan di tempat kaki (footrest).

2)      Lengan berpegangan di kursi atau sisi tempat duduk untuk keseimbangan.

3)      Perlahan angkat kaki tanpa menekuk kaki. (Beban untuk pergelangan kaki dapat digunakan).

4)      Hitung sampai  hitungan 5 (lima) kali .

5)      Perlahan turunkan. Ulangi untuk kaki yang lain

  1. Penguatan paha depan, belakang dan perut

1)      Sandarkan punggung di kursi/tempat tidur dan kaki dinaikan di tempat kaki (foot rest).

2)      Tekuk kaki pada lutut, dalam satu waktu, perlahan arahkan ke dada seperti anda mengayuh sepeda

  1. Penguatan paha samping

1)      Tiduran dengan posisi berbaring di atas tempat tidur

2)      Luruskan kedua kaki.

3)      Gerakan kaki kanan ke arah samping dengan bertumpu pangkal paha. Kemudian gerakan kearah  posisi semula (lurus dengan badan)..

4)      Secara bergantian lakukan gerakan pada kaki yang sebelahnya

5)      Lakukan gerakan masing-masing kaki sebanyak 8 kali hitungan

  1. Latihan pendinginan
  2. Tarik nafas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut, sambil angkat kedua tangan setinggi kepala
  3. Lakukan 8 kali hitunga

Evaluasi

  1. Mengobservasi keadaan umum
  2. Mengukur vital sign (tekanan darah, pernafasan, suhu dan denyut nadi)

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Aru W. Sudoyo. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam.
  2. Riarai. 2009. Tugas Akhir tentang Gagal Ginjal Kronik. Diakses tanggal 16 Mei 2011. Http://tutorialkuliah.onsugar.com/Tugas-Akhir-Tentang-Gagal-Ginjal-Kronik-CRF-13748820.
  3. Birinder Singh Bobby Cheema, etc. 2005. A Rationale for Intradialitic Exercise Training as Standart Clinical Practice in ERSD. Article of National Kidney Foundation : Australia.
  4. Niken D Cahyaningsih. 2009. Hemodialisis (Cuci Darah) Panduan Praktis Perawatan Gagal Ginjal. Yogyakarta : Mitra Cendekia Press.
  5. Yuni Aryanti. 2011. Studi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik (Penelitian dilakukan di IRNA Interna Laki-laki dan Wanita RSU Dr. Soetomo Surabaya). Diakses tanggal 16 Maret 2011. Http://adln.lib.unair.ac.id/print.php?id=gdlhub-gdl-s1-2011-aryantiyun-15831&PHPSESSID=af933c04f6809b9e443f9b099681c960.
  6. Maria Takhreem. 2008. The effectiveness of Intradialytic Exercise Prescription on Quality of Life in Patient with Chronic Kidney Disease. The Medscape Jurnal, published October 2008.
  7. Sukandar Enday, Gagal Ginjal dan Panduan Terapi Dialisis. Bandung: RS. Dr. Hasan Sadikin; 2006
  8. Merritt S. Simfoni otak 39 aktivitas music yang  merangsang IQ, EQ, SQ untuk membangkitkan kreativitas dan imajinasi. Cetakan ke-1. Bandung: Kaifa;2003.h. 68-106.
  9. Halim S. Efek Mozart dan terapi music dalam dunia kesehatan. Medika 2003; No.1 tahun XXIX:30-34.
  10. Hatem TP, Lira PI, Mattos SS. The therapeutic effects of music in children following cardiac surgery. J Pediatric (Rio J) 2006;82:186-92.
  11. Yamamoto T, Ohkuwa T, Itoh H, Kitoh M, Terasawa J, Tsuda T, dkk. Effects of pre-exercise and selected metabolic variables. Arch Physiol Biochem 2003; 111:211-14.
  12. Chafin S, Roy M, Gerin W, Christenfeld N. Music can facilitate blood pressure recovery from stress. Br  J Health Psychol 2004;9:393-404.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: