Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Maaf, waktu itu aku gila.

Aku merasa bahwa terkadang kamu tidak begitu atau bahkan tidak sama sekali menyayangiku. Kadang aku merasa kau mengacuhkanku. Lalu aku akan bertanya-tanya dimana letak salahku atau apa yang telah aku lakukan atau bahkan dimana kekuranganku. Seringkali aku melihatmu lebih excited terhadap hal-hal lain di luar aku. Sebagai contoh kecil misal, setiap kali aku update status di FB atau aku komen di timeline-mu, kamu tidak menggubrisnya. Bahkan aku juga lihat kalau kamu excited sama segala yang dibuat oleh orang yang pernah sama kamu. Jujur aku cemburu, aku mungkin bisa dibilang cemburu buta. Tapi, that’s me. Dan kenapa aku merasa demikian, cobalah kamu pahami perlahan-lahan. Kamu pasti akan tau.

Aku sudah bertindak terlalu jauh mungkin. Beberapa teman FBmu yang aku tidak suka, seperti Aiiu Oktaviani (Ayuk oktaviani) dan beberapa FB bayangannya aku meremovenya dari FB. Oke buat mbak Ayuk maaf. Baiklah disini aku akan menuliskan kenapa aku meremovenya.

Suatu ketika aku sedang bersamamu, kamu pasti ingat malam dimana aku menyiramkan air teh kepadamu. Kisah sebelumnya ingatkah kau?? Saat itu kau begitu intense sms ria dengan mantanmu itu, nmaanya Eka. Aku tidak suka, jelaslah. Karena apa? Karena aku tau dia orang yang pernah dekat dneganmu. Wanita seperti aku ini sangat amat mudah dibakar rasa cemburu. Aku bersikeras untuk merebut hapemu dan aku balas smsnya. Mungkin dia bingung, atau bahkan mereka-mereka menertawaiku. Aku tidak ambil pusing lah. Lalu aku berkata sesuatu, tentunya kau masih ingat… ini pertama kalinya aku mengusik sesuatu hal yang berhubungan dengan perjalanan kehidupan asmaraku. Sumpah, ini pertama kali aku berani melakukan hal-hal yang sebelumnya aku tidak pernah membayangkan akan melakukan ini.

Beralih ke wanita satunya, mbak ayuk. Di hapemu tertulis nama Ajug. Sebenarnya aku dari awal tidak suka dengan wanita ini karena apa? Karena aku merasa orang ini sudah mencuri perhatianmu dariku. Waktu itu bulan puasa, kau ada PKL di magelang. Ingatkah sayang?? Kuharap kau masih mengingatnya. Posisiku jauh, aku di jawa timur dan kau di jawa tengah. Malam itu kita sms-an, ingat kan sayang? Sedang asik-asiknya, tiba-tiba kau sms aku dnegan salah menyebutkan nama. Dan hebatnya lagi, kamu sedikit ada rayuan disitu. Jujur aku sangat kecewa dengan ini. Bagaimana bisa aku yang kekasihmu aku yang pacarmu ini, kau tidak pernah merayuku dank au merayu wanita lain. FUCK!!!!,,aku menulis ini dnegan geraham yang gemetar dan gigi bergemeletuk. Aku masih marah jika ingat itu. Dan disitu bukan tertulis namaku, tapi namanya. Dan itu jelas bukan buatku. Dan dan dan..dan parahnya lagi kamu Cuma bilang salah kirim. Ah kau ini bodoh, bodoh, bodoh, dan amat teramat sangat. Inilah awalnya aku tidak menyukai AYUK OKTAVIANI. Terlebih lagi pada saat malam bersamaan dengan kejadian si EKA itu, esoknya dia juga sms dan maaf sedikit menyinggung profesiku. Kamu tau kan sayang???

Lalu apa selanjutnya yang aku lakukan? Tentu aku meremove Eka yang pertama dari FBmu…meskipun pada akhirnya aku yang minta maaf duluan padanya dan akhirnya kami berteman baik, meski kadang aku masih cemburu jika kamu sedikit saja perhatian padanya. Dalam konteks teman sekalipun, aku tetap membenci itu.

Kedua, selang beberapa lama. Si AYUK ini masih saja ber sms ria denganmu. Aku heran dimana letak kesadaranmu, dimana letak rasa hormatmu padaku. Kamu masih saja meladeninya, ya memang dia temanmu, lebih kenal pertama dia ketimbang aku. Sampai pada akhirnya ada suatu chat yang tentunya mbak ayuk ingat dan kamu juga ingat chattingan tersebut. Baiklah aku tidak akan mengulasnya disini. Biar nanti jika ada yang tau seluk beluk persoalan ini yang angkat bicara. Who knows, jika ternyata ayuk sendiri yang angkat bicara..I hope so.

Dan dari peristiwa tersebit kamu janji kepadaku untuk tidak menghubunginya lewat via manapun, baik media internet maupun hape. Dan berjanji tidak akan menemuinya lagi. Kamu ternyata tidak menepatinya. Kamu masih berhubungan dengan dia. Lalu aku remove saja dia dari FB mu dan tentunya aku hapus nomornya dari hapemu. Dan kehebatanku adalah aku bisa mengingat nomornya, jadi jika kau berbohong padaku aku kan tahu.

Kini kamu tau kenapa aku terkadang merasa kamu tidak menyayangiku. Karena itu tadi. Hal-hal kecil seperti status FB, atau apalah itu..sms-sms yang romantic,,…kadang aku iri, iri dan dengki.

Kenapa kamu bisa dengan yang lain sedangkan denganku tidak???

Apa yang salah denganku? Atau apa kekuranganku??

Banyak yang menganggap dan bilang bahwa aku ini super posesif. Ya memang aku akui demikian. Aku tidak bisa sehari tidak mendengar suaramu, aku tidak bisa sehari tidak bertemu denganmu jika kita dalam posisi dekat. Dan aku harus tau dimanapun kau berada karena aku gampang berpikiran negative.

Kesalahanku memang banyak padamu, pada teman-teman spesialmu, pada banyak orang.

Untukmu, aku berharap kamu mengerti posisiku. Aku berharap kamu lebih menyayngiku lagi, dan setiap hari lebih lebih lagi sayang padaku. Untukmu yang selalu aku repotkan, bersabarlah. Dapatkah kau percaya padaku bahwa suatu saat nanti aku akan berubah menjadi yang lebih baik?? Dapatkah kau mempercayaiku bahwa aku akan jadi lebih bijaksana?? Dan untukmu, aku menyayangimu lebih dari yang kamu tau. Aku selalu merindukan kecupanmu yang lembut, genggamanmu yang erat dan pelukmu yang lekat. Aku juga selalu merindukan nafasmu yang hangat dan suaramu yang berat. Selalu aku membayangkanmu, dan juga sekarang ada orang yang selalu tak lupa kusebut dalam doaku, kamu sayang.

Untukku, tumbuhlah aku menjadi seorang yang lebih pandai-pandai dalam bertindak, jadilah kau bijaksana, jadilah kau ornag yang banyak dicari orang lain lantaran bukan karena kebodohan yang kau buat melainkan senyumanmu yang tulus. Dan untukku, bisakah kamu tidak mencerca kekasihmu yang sudah sedemikian sabarnya menghadapi tingakah konyolmu. Dan untukku, semoga kesabaranmu tidak terbatas…

Sepertinya aku juga harus minta maaf pada banyak orang yang sudah aku jadikan korban atas tingkah laku obsesi dan anarkisku.

Untuk seorang wanita yang kini sudah menjadi teman baikku, Eka Rantum Apriliani. Sudikah kiranya kau memafkanku, maaf yang benar-benar tulus sekali lagi. Mudah-mudahan dari peristiwa ini kau juga tidak akan melakukan hal bodoh seperti aku. Aku mengenalmu sekarang dan kusadari betapa kau juga menyayangiku. Aku tau kau sayang padaku, dan maka sepantasnya aku juga akan menyayangimu. Aku ingin bersahabat denganmu lebih lama lagi dari yang kita bayangkan. Dan satu keinginanku adalah aku ingin menginap dirumahmu. Dan aku akan katakana betapa beruntungnya aku bertemu orang sepertimu. Terimakasih kawan atas persahabatan yang indah.

Dan untuk mbak Ayuk Oktaviani, sudilah kirnya mbak memaafkanku, dan bisakah kita berteman, berkawan, atau mungkin lebih dari itu. Aku minta maaf padamu, aku merasa tidak adil padamu. Mungkin terlambat bagiku untuk mengatakannya. Sejujurnya aku ingin belajar banyak darimu bagaimana berkawan yang baik. Sekali lagi aku minta maaf atas segala khilafku. Anggap saja waktu itu aku sedang diserang penyakit gila. Ya aku memang orang gila. Dan sudilah kiranya mbak ayuk memaafkanku. Aku disini minta maaf secara tulus mbak. Mungkin terkesan tidak gentle karena tidak langsung pada orangnya. Ya anggaplah ini suatu awal untuk memulai sesuatu yang baik dan mengakhiri yang buruk. Maaf dan maaf serta maaf yang hanya bisa kutuliskan.

Dan untuk semua orang..

Meminta maaf lebih dulu tidak ada salahnya, dan ternyata persahabatan itu indah….

Salam hangat dariku

Jeanny Ivones, Si Gila Tak Berakal

Maafin kak Nes

Comments on: "Maaf, waktu itu aku gila." (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: