Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Gambar

Berani Kotor Itu Baik

Salah satu slogan  iklan sabun cuci yang dulu pernah muncul di televisi bahwa dengan berkotor-kotoran itu tidak masalah bagi anak-anak. Tidak masalah baju mereka kotor karena ada sabun tersebut yang bisa membersihkan sampai bersih. Anak-anak pun bebas bermain tanpa orang tua takut baju mereka tetap kotor meskipun tetap dicuci.

Pertama kali saya mendengar atau membaca slogan iklan tersebut, saya belum begitu memahami apa sebenarnya makna sebenarnya dari slogan iklan tersebut. Sampai pada suatu kejadian saya baru memahami bahwa dengan “Berani kotor itu baik.”

Cerita ini adalah cerita dari tetangga sebelah rumah saya. Tetangga saya memiliki anak usia tiga tahun yang dikenal dengan sebutan batita. Si Ibu dari batita ini selalu tidak membolehkan anaknya bermain tanah, bermain air, bermain yang mebuat risih atau membuat batita tersebut “kotor.” Dan alhasil, batita ini akhirnya menjadi seorang anak yang kurang kreatif dan cenderung inaktif jika harue bermain diluar rumah.

Saya baru mengetahui dampak dari anak dilarang bermain kotor-kotoran setelah saya membaca majalah Nakita “Salah Asuh Anak Rapuh.” Banyak orang tua yang tidak memolehkan anak untuk bermain kotor-kotoran. Padahal banyak manfaat yang diperoleh anak dengan bermain kotor-kotoran.

Tempat kotor memang cenderung identik dengan kuman dan sumber penyakit. Apalagi akali anaknya masih bayi atau batita, dimana mereka sedang dalam fase oral. Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap.

Read more: Tahap Perkembangan Psikoseksual Menurut Sigmund Freud | belajarpsikologi.com 

Tentunya orang tua akan takut apabila ada “benda asing” yang dimakan atau masuk ke mulut anak. Padahal, tidak semua yang kotor adalah sumber penyakit, justru dengan bermain kotor-kotoran banyak hal yang dapat dipelajari oleh anak.

Mungkin juga orang tua yang enggan jika anaknya bermain kotor-kotoran, mereka lah yang harus bersusah payah untuk membereskan sesuatu yang berantakan, semrawut atau kotor yang diciptakan oleh anak anda. Bermain di dapur misalnya, anak akan menumpahkan segala bahan makanan. Selain merepotkan, membereskannya juga bikin lelah.

Semua anak pasti akan bereksplorasi untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan ketrampilan motoriknya. Dampak dari anak dilarang bermain kotor-kotoran sebagai berikut :

–       Motorik halusnya kurang terlatih, terutama dalam mengembangkan rangsang sentuhnya. Sebuah benda tentu rasanya akan berbeda dari benda lain saat dipegangnya dan anak bisa merasakan apakah benda tersebut halus, kasar, licin, bergerigi, dan sebagainya.

–       Kreativitasnya terhambat karena ia tak dapat berimajinasi dan membayangkan sesuatu dari bahan-bahan yang digunakannya untuk bermain. Umpama ia tak punya gambaran bagaimana membangun istana dari pasir.

–       Kemampuan mengobservasi dan memahami hal/objek tertentu kurang terlatih.

–       Kurang kesempatan belajar mengenai konsep dasar matematika, seperti ukuran, bentuk, banyak sedikt, kosong penuh, klasifikasi, membuat urutan dan sebagainya.

Nah, para orang tua jadi mengerti kan apa saja dampak dari melarang anak bermain kotor-kotoran. Biarlah orang tua yang bersusah payah tapi banyak manfaat juga untuk anak. Tak perlu menjadi overprotective pada anak dengan melarang anak bermain kotor-kotoran. Semua ada solusinya. Yang sebaiknya dilakukan orang tua adalah :

–       Sediakan area atau ruang khusus yang memungkinkan anak bermain sepuasnya tanpa harus membuat rumah seperti kapal pecah.

–       Sediakan baju khusus untuk bermain kotor-kotoran, atau beri celemek bekas yang dapat menutupi pakaiannya saat bermain kotor-kotoran.

–       Dampingi anak saat bermain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, semisal si batita mengucek matanya dengan tangan belepotan cat atau tak sengaja menelan pasir yang sedang dimainkannya.

–       Sebaiknya orang tua ikut bermain bersama anak. Atur waktu di kahir pekan. Missal sulap halaman belakang rumah menjadi pantai. Atau bermain masak-masakan dengan membuat adonan kue dan biarkan anak mencetak beberapa adonan kue sesuai keinginannya.

–       Usai bermain, bantu naka mencuci tangannya dengan sabun sampai bersih, bila anak terlihat begitu kotor, sekalian saja bersihkan seluruh tubuhnya.

Untuk membuat anak lebih tertarik untuk sering melakukan cuci tangan setelah bermain maupun beraktiviras, ketika hendak makan maupun sebelum tidur. Berikut ini ada Lagu tentang cuci tangan. Para orang tua boleh mencobanya dan buat momen indah bersama si batita.

            Mari cuci tangan di air mengalir

            Jangan lupa juga pakai sabun cair

            Tangan yang kiri tangan yang kanan, lalalalalalalalalala

            Gosok sela jari yang kanan dan kiri

            Jangan lupa juga dengan ibu jari

Punggung yang kanan, punggung yang kiri lalallalalallaa

            Gosok yang bersih bilas yang bersih, lalalalalallalalala

Dinyanyikan dengan lagu “Potong Bebek Angsa.”

Selamat Mencoba…

 

Sumber utama : Majalah Nakita

            

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: