Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Orang tua harus menerima keadaan anak yang sebenarnya dan tidak terus terbawa dengan khayalan dan impian yang dimilikinya tentang figur anak idealnya. Hal ini berarti, orang tua harus menerima penampilan fisik, jenis kelamin, temperamen, dan status fisik anaknya. Apabila anak yang diperoleh ternyata sangat berbeda dengan yang dibayangkan sebelumnya, orang tua akan memerlukan waktu untuk bisa menerima anak tersebut sepenuhnya.

Beberapa orang tua terkejut terhadap penampilan fisik anaknya, ukuran tubuh, warna kulit, molase kepala, atau tungkai yang terlihat agak bengkok. Banyak ayah mengatakan, mula-mula mereka berpikir bentuk kepala yang aneh (karena molase) menunjukkan anaknya mengalami retardasi mental.

Kekecewaan terhadap jenis kelamin bayi juga memerlukan waktu untuk dapat diredakan. Beberapa orangtua merasa sangat sedih akan jenis kelamin anaknya, sebelum kemudian mereka dapat menerimanya. Ibu atau ayah mungkin melakukan perawatan fisik yang cukup kepada bayinya, tetapi tidak dengan tulus sampai perasaan ini teratasi.

Orangtu perlu meyakini bahwa bayinya yang baru lahir adalah seorang pribadi yang trepisah dari diri mereka, artinya seseorang yang memiliki banyak kebutuhan dan memerlukan perawatan.

Orangtua harus bisa menguasai cara merawat bayinya. hal ini termasuk aktivitas merawat bayi, memperhatikan gerakan komunikasi yang dilakukan bayi dalam mengatakan apa yang diperlukan, dan memberi respons yang tepat.

Orangtua harus menetapkan kriteria evaluasi yang baik dan dapat dipakai untuk menilai kesuksesan atau kegagalan hal-hal yang dilakukan pada bayi. Orangtua biasanya sangat sensitif terhadap respons bayi. Seorang ayah menceritakan pengalamannya saat pertama kali berusaha mencium bayinya. pada saat itu, bayinya memalingkan kepalanya. Ayah ini merasa hatinya terluka walaupun ia mengerti bahwa bayinya sama sekali tidak mengerti gerakan itu. Cara seorang bayi berespons terhadap perawatan atau perhatian yang diberikan bayi diartikan orangtua sebagai komentar bayi terhadap kualitas perawatan yang diberikan. Respon ini bisa dalam bentuk menangis, peningkatan atau penurunan berat badan, atau tidur pada waktunya. Respons yang terus –menerus dianggap negatif oleh orang tua akan mengganggu hubunganorangtua-anak dan akan merugikan bayi.

Kepercayaan diri akan membaik seiring peningkatan kemampuan. Ibu yang memiliki bayi prematur mengatakan bahwa kemampuan perawat dalam merawat bayi membuat mereka merasa tidak mampu memberi perawatan yang adekuat. Karena itu perawat memilki kesempatan untuk memberi instruksi kepada ibu baru untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Ibu yang menyusui bayinya berkomentar bahwa hal ini telah membuat mereka merasa telah memberi sesuatu yang unik terhadap kesejahteraan anaknya.

Kritik yang diberikan secara nyata atau dibayangkan tentang kemampuan orangtua baru dalam memberikan perawatan fisik, mengasuh, atau memberi stimulasi sosial yang adekuat bagi bayi mereka dapat merusak. Bantuan, termasuk nasihat dari suami, istri, ibu, mertua, dan kerabat lain dan petugas profesional, dapat dilihat sebagai sesuatu yang membantu. Sebaliknya, hal itu dapat dipandang sebagai suatu indikasi betapa tidak layaknya individu ini menilai calon orangtua baru.

Orang tua harus menetapkan suatu tepat bagi bayi baru lahir di dalam keluarga. Baik bayi ini merupaan yang pertama atau yang terakhir, semua anggota keluarga harus menyesuaikan peran mereka dalam menerima kedaangan si pendatang baru ini. Anak, yang semula merupakan anak tunggal, perlu dukungan untuk menerima seorang saingan dalam memperoleh kasih sayang orantua. Seorang anak yang lebih tua memerlukan dukungan ketika ia kehilangan posisinya sebagai bayi keluarga. Orangtua dapat diharapkan mengatasi perubahan ini.

Orangtua perlu menetapkan keunggulan hubungan dewasa mereka untuk mempertahankan keluarag sebagai kelompok. Karena inni meliputi pengaturan banyak peran, misalnya, hubungan seksual, perawatan anak, karier, dan peran dalam masyarakat, waktu dan energi harus dicurahkan untuk tugas penting ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: