Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Cidera kepala adalah kerusakan neurologis yang terjadi akibat adanya trauma pada jaringan otak yang terjadi secara langsung maupun efek sekunder dari trauma yang terjadi. (Price, Sylvia 1999). Dalam kasus Nn D yang mengalami cedera kepala berat akibat dari kecelakaan lalu lintas. Cedera primer, yang terjadi pada waktu benturan, mungkin karena memar pada permukaan otak, laserasi substansi alba, cedera robekan atau hemoragi.

Cedera sekunder dapat terjadi sebagai kemampuan autoregulasi serebral dikurangi atau tak ada pada area cedera. Konsekuensinya meliputi hiperemi (peningkatan volume darah) pada area peningkatan permeabilitas kapiler, serta vasodilatasi arterial, semua menimbulkan peningkatan isi intrakranial, dan akhirnya peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Sehingga pada gambaran CT Scan kepala Nn D didapatkan hasil peningkatan tekanan intrakranial.

Pada kasus cedera kepala berat, penurunan kesadaran bisa terjadi akibat adanya cedera pada otak yang menyebar luas dan terjadi dalam empat bentuk yaitu: cedera akson menyebar, kerusakan otak hipoksia, pembengkakan otak menyebar, hemoragi kecil multipel pada seluruh otak. Dalam kasus ini Nn D mengalami penurunan kesadaran dengan kesadaran soporra-comma nilai GCS:  E3Vpost trakeotomiMplegia.

Selain mengakibatkan penurunan kesadaran, pada cedera kepala berat juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Dimana saat terdapat gambaran tekanan intrakranial yang meningkat, maka rangsang simpatis pun ikut meningkat. Tahanan vaskular sistemik dan tekanan darah akan meningkat membuat sistem pembuluh darah pulmonal bertekanan rendah menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dan kebocoran kapiler pun terjadi. Adanya peningkatan cairan di paru menyebabkan difusi oksigen dan karbondioksida menjadi terganggu, akibatnya pada klien akan muncul tanda-tanda hipoksia dan hiperkapnu. Kompresi langsung pada batang otak menyebabkan gejala pernapasan abnormal misal adanya apneu.

Prioritas perawatan dalam kasus cedera kepala berat adalah memaksimalkan perfusi / fungsi otak, mencegah komplikasi, pengaturan fungsi secara optimal / mengembalikan ke fungsi normal, mendukung proses pemulihan koping klien / keluarg, pemberian informasi tentang proses penyakit, prognosis, rencana pengobatan, dan rehabilitasi. Prioritas tersebit bertujuan untuk meningkatkan maupun mempertahankan kualitas hidup yang berubah akibat terjadi cedera kepala berat.

Pada kasus Nn D yang mengalami penurunan kesadaran, klien dipasang ventilator untuk membantu dalam pernapasan.  Klien mampu bernapas secara spontan namun tidak adekuat, terpasang ventilator dengan mode SIM-V (Synchronized Intermitten Mandatory Ventilation) dengan konsentrasi oksigen 40%, napas spontan klien 8 kali per menit, tidal volume 460 ml. Pemasangan ventilator memang bertujuan untuk memaksimalkan perfusi ke otak agar tidak terjadi keparahan yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa.

Merujuk pada data diatas yang diperoleh dari pengkajian, kelompok mengambil 3 diagnosa, yang pertama adalah  bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukkan sekret di jalan napas. Penurunan kesadaran yang dialami klien merupakan akibat cedera kepala berat akibat kecelakaan yang dialami klien. Membuat klien tidak bisa mengeluarkan secret secara spontan.

Komplikasi lain yang dapat timbul akibat adanya cedera kepala berat yang mengalami penurunan kesadaran adalah dimana klien dalam kasus ini mengalami imobilitas fisik karena mengalami kelemahan otot sehingga muncul diagnosa keperawatan gangguan mobilitas fisik berhubungan dnegan kelemahan otot. Akibatnya tubuh tidak bisa bergerak dan bed rest total. Gangguan integritas kulit disebabkan karena adanya tirah baring yang lama.

Tindakan keperawatan yang dilakukan pada Nn D adalah tindakan untuk mempertahankan kualitas hidup. Pada saat ini klien berada pada masa vegetatife state dimana dapat bertahan hidup dengan bantuan alat untuk mempertahankan kualitas hidup seperti ventilator. Selain itu kebutuhan dasar manusia dibantu sepenuhnya oleh alat. Pada masa seperti inilah sering muncul pro dan kontra mengenai prognosa klien.

Peran perawat sebagai advokat yaitu melindungi hak klien adalah perawat sebisa mungkin mempertahankan agar klien mendapat hak untuk melanjutkan perawatan untuk memulihkan atau mempertahankan kualitas hidupnya. Bagaimanapun juga, klien dalam masa vegetatif state memiliki hak untuk mendapat perawatan. Dalam kasus ini Nn D adalah pasien dengan bantuan jamkesmas.

Mahalnya biaya perawatan di ICU membuat dampak masalah pada keluarga. Sedangkan masa pemulihan untuk klien dengan cedera kepala berat yang berada pada masa vegetatif state tidak menentu untuk jangka berapa lama. Pada jamkesmas, perawatan paling lama yang disediakan untuk klien memilki batas kuota. Tentunya dalam hal ini, rumah sakit sebagai penyedia jasa layanan juga tidak ingin merugi. Disinilah pro dan kontra mengenai perawatan Nn D akan muncul.

Pihak perawatan dan medis tentu mengharuskan klien untuk tinggal lebih lama dalam perawatan karena klien masih memilki harapan hidup. Sedangkan pihak rumah sakit harus mematuhi peraturan yang sudah dibuat untuk keberlangsungan rumah sakit. Perlu diadakan sebuah perteuan komite medis, keperawatan dan rumah sakit untuk mendiskusikan masalah tersebut. Perawat sebagai motivator memberi motivasi kepada keluarga agar mempertahankan perawatan klien sesuai dengan kemampuan keluarga.

Oleh karena hal tersebut, asuhan keperawatan yang dilakukan pada klien dnegan cedera kepala berat harus dilakukan secara komprehensif, tepat, efektif, dan efisien. Dengan adanya hal tersebut diharapkan akan mempercepat klien melewati masa vegetatif state. Peran-peran perawat harus dimaksimalkan untuk peningkatan kualitas hidup klien dengan cedera kepala berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: