Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Departemen Kesehatan (2006) dalam promosi kesehatan online mengemukakan bahwa kemitraan adalah hubungan (kerjasama) antara dua pihak atau lebih, berdasarkan kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan (memberikan manfaat). Sedangkan menurut Notoatmodjo (2003), kemitraan adalah suatu kerja sama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemitraan pada dasarnya merupakan suatu hubungan formal yang dilakukan paling sedikit antara dua pihak dengan maksud dan tujuan tertentu untuk kepentingan bersama yang saling menguntungkan, dan antara kedua belah pihak terjadi kesepakatan serta adanya transparansi antar keduanya.

Kemitraan di bidang kesehatan adalah kemitraan yang dikembangkan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Dalam Konferensi Internasional promosi kesehatan di Jakarta pada tahun 1997, WHO mulai menggencarkan tentang pentingnya kemitraan (partnership). Kemudian, WHO di tahun 2000 mengemukakan bahwa untuk membangun kemitraan kesehatan perlu diidentifikasi lima prinsip kemitraan, yaitu : Policy Makers, Health Managers, Health Professionals, Academic Institutions, dan Communities Institutions.

Tujuan umum dilakukan kemitraan adalah meningkatkan percepatan, efektivitas dan efisiensi upaya kesehatan dan upaya pembangunan pada umumnya. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan saling pengertian, meningkatkan saling percaya, meningkatkan saling memerlukan, meningkatkan rasa kedekatan, membuka peluang untuk saling membantu, meningkatkan daya, kemampuan, dan kekuatan, dan meningkatkan rasa saling menghargai.

Perawat menurut UU Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Keperawatan sebagai profesi dirumuskan melalui Lokakarya Nasional Keperawatan tahun 1983, bahwa pendidikan keperawatan adalah pendidikan profesi, dan pelayanan keperawatan adalah pelayanan profesional.

Pelaku kemitraan kesehatan adalah semua pihak, semua komponen masyarakat dan unsur pemerintah, Lembaga Perwakilan Rakyat, perguruan tinggi, media massa, penyandang dana, organisasi profesi, dan lain-lain. Salah satu prinsip kemitraan yang dikemukakan oleh WHO adalah Institusi Pendidikan (Academic Institutions). Dalam hal ini institusi pendidikan keperawatan merupakan salah satu stakeholder dalam mewujudkan kemitraan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatan kualitas SDM dan meningkatkan produktivitas melalui sektor kesehatan itu sendiri. Isu terbaru saat ini adalah mengenai “miskinnya kolaborasi efektif dan cerdas dalam kemitraan kesehatan antara institusi pendidikan keperawatan bersama institusi pelayanan kesehatan.

Sebagai contoh untuk analisa, sebuah institusi pelayanan kesehatan adalah rumah sakit, dan institusi pendidikan keperawatan penyelenggara program pendidikan profesi.

Dilihat dari prinsip dasar kemitraan sendiri, yaitu prinsip saling menguntungkan. Hal ini perlu ditinjau kembali program yang seperti apa yang akan dibuat kesepakatan antara pihak rumah sakit dengan pihak institusi. Apakah program ini menguntungkan bagi kedua pihak atau hanya sepihak, program yang akan dilaksanakan harus mutual benefit. Maka pihak institusi pendidikan keperawatan harus memiliki strategi khusus dan harus mampu menangkap peluang untuk hal ini agar jalinan kemitraan antara institusi pendidikan kesehatan dengan rumah sakit dapat tercipta. Alasan mengapa ditekankan pada pihak institusi adalah karena rumah sakit merupakan salah satu wilayah untuk mengimplementasikan praktek keperawatan bagi mahasiswa, sehingga rumah sakit disini adalah sesuatu yang perlu mendapat perlakuan khusus dari pihak institusi pendidikan.

Contoh realita yang sudah ada saat ini dalam kemitraan antara institusi pelayanan kesehatan dengan institusi layanan kesehatan adalah PSIK-FK Undip dengan membuat suatu program Ners Edukator dengan memberi pelatihan bagi perawat di Rumah Sakit untuk menjadi Menthorship mahasiswa praktikan. Selain itu kemitraan dengan rumah sakit dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan skill dalam keperawatan yang dapat menjadi selling point bagi perawat di rumah sakit.

Langkah-langkah untuk menjalin kemitraan antara lain penjajagan atau persiapan, penyamaan persepsi, pengaturan peran, komunikasi intensif, melakukan kegiatan, dan melakukan pemantauan & penilaian. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjalin kemitraan adalah adanya sikap saling memahami kedudukan, memahami kemampuan masing-masing, menghubungi secara proaktif (linkage), saling mendekati, terbuka, bersinergi, dan pemberian reward.

Sebagai indikator keberhasilan dalam kemitraan dilihat dari input, proses dan output. Indikator input meliputi jumlah mitra yang menjadi anggota. Indikator proses adanta kontribusi mitra dalam jaringan kemitraan, jumlah pertemuan yang diselenggarakan, jumlah dan jenis kegiatan bersama yang dilakukan, keberlangsungan kemitraan yang dijalankan. Dan indikator output  seperti jumlah produk yang dihasilkan, percepatan upaya yang dilakukan, efektivitas dan efisiensi upaya yang diselenggarakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: