Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Udah lama gak nulis di blog kesayanganku ini. Mulai saat ini aku akan banyak menulis tentang kehidupanku, desaku, keluargaku, negaraku, percintaanku, teman-temanku, dan lain-lain yang ada hubungannya dengan aku. Hari ini dirumah, nenekku memasak tumis kembang kates gantung atau tumis bunga pepaya. Kau tau kawan sebenarnya bunga pepaya, daun pepaya kan rasane pahit banget. Yah kurang lebih kaya pare gtu..Bitter abis. Cuma aku heran, nenekku ini bisa menghilangkan rasa pahit tersebut.

Usut punya usut, ternyata ada resep rahasia turun temurun dari keluargaku (sayangnya aku belum diwarisi..hehhehehhe). nenekku ini sebuyutku, secanggahku, dan semua keturunan di atasku memang pandai sangat memasak. Apapun yang sebenarnya biasa menjadi luar biasa. Eh salah, ruarrrrrrrrrrrrr biasaaaa…nah itu yang cocok.. Ups, balik lagi ke topik. Yah, bunga pepaya memang pahit. Ternyata ada beberapa macam versi untuk menghilangkan rasa pahitnya. Oke akan aku sebutkan satu persatu menurut pendapat ahlinya yang tak lain dan tak bukan adalah beberapa tetua alias wanita-wanita kuno tetangga di desaku. Berikut penjelasan dari mereka-mereka.

  • Menurut Mbah Kartinah yang rumahnya selisih dua rumah dari rumahku. “Nduk, carane ben kembang kates gak pait yo nek nggodok kui di wenehi lemah lempung. Ehhh yo senajan lemah lempung tapi yo khasiat, reget2 sithik yo ben lah, kan vitamin to nduk..okoke nek nggodok diwenehi lempung ben paite ilang, sakbare nek wes alum kembange utowo godonge dientas, diumbah gombang karo banyu ping telu.” Bingung kah kawan2 semua dengan bahasanya???Hahahahha saya juga sedikit susah mengartikannya dengan bahasa indonesia yang baik dan benar. Intinya adalah untuk menghilangkan rasa pahit dari bunga pepaya tersebut adalah direbus dengan dicampur sedikit tanah liat. Sesudah setengah matang diangkat kemudian dicuci sebanyak 3 kali. Barulah bisa diolah dijadikan makanan seperti tumis.
  • Menurut Mbah Jasri yang rumahnya belakang rumahku puersis, karena bahasa yang digunakan beliau adalah bahasa jawi kuno alias kromo inggil dan kebetulan terlalu sulit untuk saya tuliskan dalam blog saya ini, saya akan langsung ke intine saja (hehhehehe, asline yo podho ae g mudheng rek..yak opo iki rek). Beliau berkata bahwa saat memasak atau merebus bunga pepaya maupun daun pepaya itu sendiri dengan menggunaka sendok (nah looooo apa hubungannya???? toengk toengk toengk). Aku juga gak begitu paham apa hubungannya sendok degan rasa pahit. Yaaah tapi ya manut sajalah sama yang tetua. Buktinya saat beliau masak juga rasanya gak pahit tuh..Aku penasaran jadinya, apa sich hubungannya. Sendok dimasukkan ketika merebus bunga pepaya agar pahitnya hilang. Weleh weleh weleh, ada ada saja ki simbah.
  • Nah nyang atu ini, kata leluhurku alias kata mbahku alias kata Mbah Tomblok (Suerrr nama nenekku emang Tomblok artinya yang tak lain dan tak bukan adalah keranjang..hehhehehhehe). Kata nenekku jikalau kita memasak bung pepaya untuk menghilangkan rasa pahitnya adalah dengan garam. Nah ini keliatane lebih sedikit rasional dan bersih tanpa tanah, heehhehehe. Kata beliau setelah bunga dicuci hingga bersih kemudian rebus air sampai mendidih, trus saat mendidih masukkan garam segenggam tangan (katanya sih palin bagus garam yang belum diolah alias uyah grosok). Tunggu 2 menitan kemudian baru deh bunga pepayanya dimasukkan kemudian dimasak hingga setengah matang. Usai itu diangkat, ditiriskan, dan terakhir digombang atau dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali untuk menghilangkan rasa asinnya yang terlalu. Nah bunga pepaya siap deh buat ditumis…

Begitulah kata orang-orang didesaku. Menurutku, cara memasak orang-orang kuno itu ada sedikit magicnya..hehehhehehe..apa emang tangannya ya yang bisa sulap. Ah itu rahasia sepertinya.

Kawan taukah kau, kalau menurut kepercayaan kami, kepercayaan didesaku bahwa bunga pepaya atau daun pepaya itu bisa mencegah penyakit malaria dan apabila dikonsumsi mentah alias masih benar2 fresh bisa membersihkan peredaran darah. Bener atau nggak lebih baik kita tanyakan pada sang ahli. Kalau usul gak boleh asal kalau asal nggak usah usul..hehehehhe kaya acara di TV aja.. Tapi yang pasti saya berharap semoga peneliti2 tertarik untuk meneliti tentang manfaat bunga pepaya. Soalnya secara tidak langsung manfaat ini telah dirasakan oleh orang-orang didesa saya. Anda semua tertarik untuk mencoba memasak bunga pepaya. Silahkan dicoba dan rasakan sendiri manfaat baiknya…

Comments on: "Bunga Pepaya, Pahit Rasamu Manis Khasiatmu" (2)

  1. Makasih y atas penjelasanNya,,, aku sneng bgt tu m syur kembang kates (pepaya). Selain ska mkanNya aku jga bsa mengolah kembang kates biar g pahit lho,, ne resep dri mamak k. Rebus air amp mendidih bru deh msukkan kembg katesNya trus campurkan dengan daun jambu batu atau jambu klutuk jangan lupa dikasih asem jawa yg rasaNya aseeemm bgt tu lho,,, oya ditambah garem jga y, tpi dkit j g sah bny2, key. Bis tu diangkat, cci dan bsa diolah deh.
    oya kta ksih daun jmbu klutuk&asem jwaNya sesuai dng sberapa bny kta mrebus kembang katesNya, oke oke.
    C U next time

  2. siddha tantri said:

    aku paling suka daun ato bunga pepaya. aku pernah masak aku rebus pake garam sebelum aku olah. masih ada rasa pahitnya sedikit mungkin karena kurang bersih membilas air rebusannya tadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: