Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Kebanyakan pasien merasa takut untuk bergerak setelah setelah pembedahan ortopedi.  Hubungan terapeutik pasien dapat membantu pasien berpartisipasi dalam aktivitas yang dirancang untuk memperbaiki tingkat mobilitas fisik.  Pasien biasanya menerima terhadap peningkatan mobilitasnya bila mereka telah diyakinkan bahwa gerakan selama masih dalam batas terapeutik sanga t menguntungkan, bahwa bantuan akan diberikan oleh perawat, bahwa ketidaknyamanan dapat dikontrol dan sasaran aktivitas pasti dapat dicapai.

Jaringan sembuh lebih cepat disbanding tulang.  Insisi mungkin tampak sudah sembuh, tulang dibawahnya memerlukan waktu lebih lama untuk utuh kembali dan mencapai kekuatan awalnya.  Hal ini terutama perlu diperhatikan pada pembedahan ekstremitas inferior.

Pin, sekrup, batang, dan plat logam yang digunakan sebagai fiksasi interna dirancang untuk dapat mempertahankan posisi tulang sampai terjadi pengulangan.  Alat-alat tersebut dirancang untuk menahan berat dan dapat melengkung, longgar, patah, bila mendapat beban stress.  Perkiraan kekuatan tulang, stabilitas fraktur, reduksi, dan fiksasi, dan besarnya penyembuhan tulang merupakan pertimbangan penting dalam penentuan stress yang dapat ditahan oleh tulang setelah pembedahan.  Beberapa prosedur ortopedi membutuhkan perlindungan yang lama terhadap stress yang berlebihan, yang dapat dicapai dengan pembatasan pembebanan berat badan.  Dokter bedah ortopedi akan memberikan batasan pembedahan berat badan dan penggunaan alat pelindung (ortoses) bila perlu, setelah pembedahan.  Pembatasan pembebanan berat badan dan penggunaan alat pelindung ditentukan oleh ahli bedah ortopedi sebelum pasien diperkenankan berpindah tempat atau berjalan.

Program latihan dirancang sesuai kebutuhan masing-masing individu sasarannya adalah untuk menyebabkan pasien ke jenjang fungsi tertinggi dalam waktu sesingkat mungkin sesuai prosedur bedah yang dilakukan.  Rehabilitasi meliputi peningkatan aktivitas pasien secara progresifdan memberikan latihan yang progresif sesuai kebutuhan.  Kadang beberapa bentuk alat bantu digunakan untuk mobilitas pasca operasi.  Latihan preoperative penggunaan alat bantu tersebut dapat membantu pasien terbiasa menggunakan pascaoperatif kelak.  Dalam batas pembebanan berat badan yang ditentukan oleh dokter bedah, perawat harus memantau cara berjalan pasien, memperhatikan apakah benar-benar aman.

KMB vol 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: