Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Askep ibu hamil G1P0A0

Ny. A 27 tahun, G1P0A0, HPHT 23 september 2009 usia kehamilan 33 minggu. Setiap bulan klien memeriksakan kehamilan ke puskesmas diantar suaminya. Bidan elis menjelaskan tahapan tumbuh kembang janin yang sedang dikandung Ny. A pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui keadaan kesehatan janin.

  1. 1. Pengkajian

Informasi umum :

Nama   : Ny.A

Usia     : 27 tahun

Pemberi perawatan kesehatan : Bidan Elis

•      Aktivitas / istirahat

DS :

–      pasien mengeluh susah tidur ( insomnia )

–      Pasien mengeluh selalu terbangun lebih awal.

–      klien mengatakan tidak merasa segar setiap bangun tidur

DO :

–      Klien tampak lemas

–      Adanya lingkaran hitam dibawah mata

•      Sirkulasi

Ds :

–      Pasien mengeluh kakinya bengkak.

–      Pasien mengeluh sering BAK.

Do :

–      Edema di ekstremitas bawah.

–      Frekuensi berkemih meningkat.

•      Eliminasi

DS :

–      Klien mengeluh sering BAK lebih dari 5 kali sehari.

–      Klien mengatakan Jumlah urin yang keluar sedikit-sedikit

DO :

–      Abdomen terlihat besar dan keras.

–      Kandung kemih teraba besar

•      Nyeri / ketidaknyamanan

DS :

–      Pasien mengeluh nyeri punggung

–      Pasien mengatakan perutnya sering berkontraksi

–      Pasien mengatakan sering mengalami kram kaki

DO :

–      Perut membesar

–      TFU diatas 1-2 jari

–      Adanya varises di kaki

•      Seksualitas

Ds :

–      Klien mengeluh cepat lelah

–      Klien mengatakan jarang melakukan hubungan seksual dengan suaminya

Do :

–      Klien terlihat lemah.

–      Klien terlihat  tidak bertenaga.

–      Klien terlihat tidak bergairah

•      Interaksi sosial

Status  hubungan : Istri,Tinggal denagan : Suami.Peran dalam struktur keluarga : Istri.

Masalah stress : Menghadapi persalinan.

  1. 2. Analisa Data
No. Data Masalah Keperawatan Etiologi Diagnosa
1. Do :

  • terlihat lemah,
  • tidak bertenaga,
  • tidak bergairah

Ds :

  • Klien mengeluh cepat lelah
  • Klien mengatakan jarang melakukan hubungan seksual dengan suaminya
Perubahan Pola Seksual Ketidaknyamanan karena kelelahan Perubahan Pola Seksual b.d. Ketidaknyamanan karena kelelahan
2. Do :

  • Usia kehamilan 33 minggu
  • Abdomen terlihat besar
  • Uterus teraba pada pertengahan pusat-xyphoid

Ds :

  • Klien mengatakan sering buang air kecil(lebih dari 5 x)
  • Klien mengatakan Jumlah urin yang keluar sedikit-sedikit
Perubahan eliminasi urin Peningkatan tekanan akibat uterus yang membesar Perubahan eliminasi urin b.d. Peningkatan tekanan abdomen
3. Do :

  • G1P0A0
  • Usia kehamilan 33 minggu
  • Perut membesar
  • TFU diatas 1-2 jari
  • Adanya varises di kaki

Ds :

  • Pasien mengeluh nyeri punggung
  • Pasien mengatakan perutnya sering berkontraksi
  • Pasien mengatakan sering mengalami kram kaki
ketidaknyamanan Perubahan fisik Ketidaknyamanan b.d. Perubahan fisik
4. Do :

  • Klien tampak lemas
  • Adanya lingkaran hitam dibawah mata

Ds :

  • Klien terus menerus memikirkan tentang kehamilannya
  • Klien cemas terhadap proses persalinan
  • Klien mengatakan sulit tidur
  • klien mengatakan tidak merasa segar setiap bangun tidur
  • klien mengaku terbangun lebih awal
Gangguan pola tidur Stres psikologis Gangguan pola tidur b.d. Stres psikologis
5. Ds:

  • klien meminta informasi kepada bidan

Do:

  • klien memeriksakan kehamilannya setiap 1 bulan sekali
  • klien G1P0A0 (kehamilan pertama)
Kurang pengetahuan Kurang pengalaman Kurang pengetahuan b.d Kurang pengalaman
  1. Intervensi
No Diagnose kep Tujuan & criteria hasil intervensi rasionalisasi
1 Perubahan Pola Seksual b.d. Ketidaknyamanan karena kelelahan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24 jam klien mengutarakan criteria hasil:

  • Melakukan hubungan seksual 2 kali dalam seminggu dan merasa kepuasan.
  • Mulai bergairah
  • Mengekspresikan kepuasan bersama dengan hubungan seksual
  • Mendiskusikan masalah yang b.d isu-isu seksual pada trimester ke 3
  • lakukan pengkajian seksual, cari perubahan pola dari trimester pertama dan kedua.
  • Kaji persepsi pasangan terhadap hubungan seksual.
  • Anjurkan pasangan untuk berdiskusi, secara terpisah dan terhadap satu sama lain tentang perasaan dan masalah yang b.d perubahan pada hubungan seksual.
  • Berikan informasi tentang metoda alternative mencapai kepuasan seksual.
  • Anjurkan pilihan posisi untuk koitus selain dengan posisi pria diatas, misal miring atau posisi wanita diatas.
  • Diskusikan pentingnya tidak meniup udara ke dalam vagina.
  • Penurunan minat pada aktivitas/

koitus seksual sering terjadi pada trimester ketiga, karena perubahan/ ketidaknyamanan fisiologis.

  • Kemampuan pasanagn untuk mengidentifikasi/mengungkapkan/ menerima perubahan seksual pada trimester pertama, dapat mempengaruhi hubungan dan kemampuan mereka untuk mendukung satu sama lain secara emosional.
  • Komunikasi anatar pasangan adalah penting untuk pemecahan masalah yang konstruktif. Klien dapat merasa ketertarikan seksual berkurang saat tubuhnya membesar, dan respon pria pada perubahan klien dapat bervariasi dari penigkatan hasrat sampai tidak berminat atau penolakan. Selain itu klien lebih memperhatikan perubahan pengalaman orgasme dengan kontraksi tunggal yang lama daripada kontraksi yang berirama.
  • Kebutuhan seksual dapat dipenuhi melalui masturbasi, kemesraan, membelai, dsb. Bila secara bersama diinginkan klien dapat menemukan bahwa masturbasi menciptakan orgamse yang lebih kuat daripada koitus.
  • Pembesaran abdomen klien memerlukan perubahan posisi untuk kenyamanan dan keamanan.
  • Kematian ibu karena embolisme udara telah ditemui.
2 Perubahan eliminasi urin b.d. Peningkatan tekanan abdomen Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24 jam klien mengutarakan criteria hasil:

  • Klien akan mengungkapkan pemahaman tentang kondisi
  • Mengidentifikasi cara-ara untuk mencegah statis urinarius dan atau edema jaringan
  • Berikan informasi tentang perubahan perkemihan sehubungan dengan trisemester ketiga
  • Ajurkan klien untuk melakukan posisi miring kiri saat duduk dantidur
  • Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak atau supine dalam waktu yang lama
  • Berikan informasi mengenai perlunya masukan cairan 6-8 gelas perhari, penurunan masukan  2-3 jam sebelum beristirahat dan penggunaan garam makanan dan produk mengandung natriuna dalam jumlah sedang.
  • Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretic dan penghilangan natrium dari diet
  • Membantu klien memahami alas an fisiologis dari frekuensi berkemih dan nokturia. Pembesaran uterus trisemester ketiga menurunkan kapasitas kandung kemih, mengakibatkan sering berkemih.
  • Meningkatkan perfusi ginjal; memobilisasi bagian yang mengalami edema dependen.
  • Posisi ini menungkinkan terjadinya sindrom vena cava dan menurunkan aliran darah.
  • Mempertahankan tingkat cairan dan perfusi ginjal adekuat yang mengurangi natrium diet untuk mempertahankan status isotonic
  • Kehilangan natrium dapat sangat menekan regulator rennin-angiotensin-aldosteron ari kadar cairan, mengakibatkan dehidrasi atau hipovolemia berat.
3 Ketidaknyamanan b.d. Perubahan fisik Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24jam klien akan mengutarakan criteria hasil:

  • Melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan
  • Melaporkan ketidaknyamanan dapat diminimalkan atau dikontrol
    • Kaji secara terus menerus ketidaknyamanan klien dan metode untuk mengatasinya
    • Kaji status pernafasan klien
    • Perhatikan adanya keluhan, ketegangan pada punggung dan perubahan cara jalan anjurkan penggunaan sepatu hak rendah, latihan pelvic rock, girdle maternitas, penggunaan kompres panas, sentuhan teraupetikatau stimulasi saraf elektrikal transkutan dengan tepat
    • Perhatikan adanya kram pada kaki. Ajurkan klien untuk meluruskan kakia dan mengangkat telapak kaki bagian dalam ke posisi dorso pleksi, menurunkan masukan susu, sering mengganti posisi dan menghindari berdiri atau duduk lama,
    • Data dasar terbaru untuk merancanakan keperawatan
    • Penurunan kapasitas pernafasan saat uterus menekan diafragma, mengakibatkan dispnea, khususnya pada multigravida yang tidak mengalami kelegaan dengan ikatan antara ibu dan bayi dalam kandungannya sampai awitan persalinan.
    • Lordosis dan tegangan otot disebabkan oleh pengaruh hormone (relaksin, progesteron) pada sambungn pelvis dan perpindahan pusat graviatasi sesuai dengan pembesaran uterus.\
    • Menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan perubahan kadar kalsium/ketidakseimbangan kalsium-fosfor, atau karena tekanan dari pembesaran uterus pada saraf yang mensuplai ekstremitas bawah.
4 Gangguan pola tidur b.d. Stres psikologis Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24jam klien akan mengutarakan criteria hasil:

  • Melaporkan kegiatan tidur atau istirahat
  • Melaporkan peningkatan rasa sejahtera adan perasaan segar
  • Tinjau ulang kebutuhan perubahan tidur normal berkenaan dengan kehamilan. Tentukan pola tidur saat ini.
  • Evaluasi tingkat kelelahan; anjurkan klien untuk istirahat 1-2 jam dan dapatkan 8 jam tidur /malam. Berikan informasi tentang kelelahan sedang yang normal. Kaji ulang tanggung jawab terhadap kerja dan keluarga.
  • Kaji terhadap kejadian insomnia dan respon klien terhadap penurunan tidur. Anjurkan alat bantu untuk tidur, seperti teknik relaksasi, membaca, mandi air hangat dan penurunan aktivitas tepat sebelum istirahat.
  • Perhatikan keluhan kesulitan bernapas karena posisi. Anjurkan tidur pada posisi semi fowler.
    • Membantu mengidentifikasi kebutuhan untuk menetapkan pola tidur yang berbeda (missal waktu tidur malam dan tidur siang lebih dini).
    • Peningkatan retensi cairan, penambahan berat badan, dan pertumbuhan janin semua memperberat perasaan lelah, kususnya pada multipara dengan anak lain dan atau kebutuhan lain.
    • Ansietas yang berlebihan, kegembiraan, ketidaknyamanan fisik, nokturia, dan aktivitas janin dpat mempersulit tidur.
    • Pada posisi rekumben, pembesaran uterus serta organ abdomen menekan diafragma, sehingga membatasi ekspansi paru. Penggunaan posisi semi fowler memungkinkan diafragma menurun, membantu mengembangkan ekspansi paru dengan optimal.
5. Kurang pengetahuan b.d kurang pengalaman Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×24 jam, maka klien mengutarakan criteria hasil sebagai berikut:

  • klien memeriksakan kehamilannya setiap 2 minggu sekali
  • mendiskusikan perubahan fisik atau psikologis berkenaan dengan persalinan
  • mengidentifikasi sumber-sumber yang tepat untuk mendapatkan informasi tentang perawatan bayi
  • mengungkapkan kesiapan untuk persalinan
  • memberikan informasi tentang perubahan fisik atau fisiologis normal berkenaan dengan trimester ke 3
  • memberikan infomasi tertulis atau verbal tentang tanda-tanda awitan persalinan
  • berikan informasi verbal atau tertulis tentang perawatan bayi, perkembangan, dan pemberian makan.
    • Pemahaman kenormalan perubahan ini dapat menurunkan kecemasan dan membantu meningkatkan penyesuaian aktivitas perawatan diri
    • Membantu klien untuk mengenali awitan persalinan untuk menjamin tiba ke tempat persalinan tepat waktu
    • Membantu menyiapkan pengambilan persn baru, memerlukan barang-barang tertentu untuk perabot, pakaian, dan suplai; membantu persiapan memberi makan secara menyusui dan atau dengan menggunakan botol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: