Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Hipertensi

Adalah peningkatan systole, yang tingginya tergantung umur individu yang terkena. Tekana darah berfluktuasi dalam batas-batas tertentu, tergantung poisi tubuh, umur, dan tingkat stress yang dialami. Hipertensi juga sering digolongkan sebagai ringan, sedana atu berat berdasarkan tekanan diastole. Hipertensi ringan bila tekanan darah diastole 95-104, sedang 105-114, dan berat tekana diastolenya <115.

Hipertensi dengan peningkatan tekanan systole tanpa disertai peningkatan tekanan diastole lebih sering pada lansia, sedangkan hipertensi peningkatan tekanan diastole tanpa disertai peningkatan tekanan systole lebih sering terdapat pada dewasa muda. Hipertensi dapat pula digolongkan sebagai esensial atau idiopatik, tanpa etiologi spesifik, yang paling sering dijumpai. Bila ada penyebabnya disebut hipertensi sekunder. Ada lagi istilah hipertensi benigna dan maligna, tergantung perjalana penyakitnya. Bila timbulnya berangsur, disebut benigna ; bila tekanannya naik dan cepat, hipertensi maligna, dan banyak komplikasi, seperti gagal ginjal, CVA, hemoragi retina, dan ensefalopati.

Etologi

Usia. Insidens hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia. Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35tahun dengan jelas menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian premature.

Kelamin. Pada umunya insidens pada pria lebih tinggi daripada wanita, namun pada usia pertengahan dan lebih tua, insidens pada wanita mulai meningkat, sehingga pada usia diatas 65 tahun, insidens pada wanita lebih tinggi.

Ras. Hipertensi pada yang berkulit hitam paling sedikit dua kalinya pada yang berkulit putih. Akibat penyakiy ini umumnya lebih berat pada ras kulit hitam. Misalnya mortalitas pasien pria hitam dengan diastole 115 atau 3,3 kali lebih tinggi daripada pria berkulit putih, dan 5,6 kali bagi wanita putih.

Pola hidup. Factor seperti pendidiksn , penghasilan, dan factor pola hidup lain telah diteliti tanpa hasil yang jelas. Penghasilan rendah, tingkat pendidikan yang rendah, dan kehidupan atau pekerjaan yang penuh dengan stress agaknya berhubungan dengan insidens hipertansi yang lebih tinggi. Obesitas dipandang sebagai resiko paling utama. Bila berat badannya turun, tekanan darahnya sering turun menjadi normal. Merokok dipandang sebagai resiko tinggi bagi hipertensi dan penyakit arteri koroner.

Diabetes Melitus. Hubungan antara diabetes mellitus dengan hipertensi kurang jelas, namun secara statistic nyata ada hubungan antara hipertensi dan penyakit arteri koroner. Penyebab utama kematian pasien diabetes mellitus adalah penyakit kardiovaskuler, terutama yang mulainya dini dan kurang control. Hipertensi dengan diabetes mellitus meningkatkan mortalitas.

Manifestasi klinis hipertensi

Bila timbul gejala, penyakit ini sudah lanjut. Gejala klasik seperti sakit kepala, epistaksis, pusing, dan tinistus yang diduga berhubungan dengan dengan naiknya tekanan darah, ternyata sama seringnya dengan yang terdapat pada yang tidak dengan tekanan darah tinggi. Namun gejala sakit kepala sewaktu bangun tidur, mata kabur, depresi, dan nokturia, ternyata meningkat pada hipertensi yang tidak dionati. Empat sekuel utama akibat hipertensi adalah stroke, infark miokard, gagal ginjal, dan ensefalopati.

Comments on: "Hipertensi" (2)

  1. niceeee

  2. hai …..good lho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: