Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Ilmuwan Temukan Antibodi Pencegah Pendarahan

Para ilmuwan di Oklahoma Medical Research Foundation (OMRF) menyatakan telah menemukan antibodi yang dapat mengurangi pendarahan di dalam tubuh.

Dalam penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun, para ilmuwan mendapati bahwa sebuah protein bernama histone “bertanggung jawab” terhadap terjadunya pendarahan hebat, yang umumnya dialami korban kecelakaan lalu lintas atau kriminalitas.

Nah, antibodi yang ditemukan OMRF itu disebut-sebut dapat menghambat aktivitas histone, sehingga pendarahan di dalam tubuh berkurang.

Dalam sebuah artikel yang dimuat di Nature Medicine, para peneliti di OMRF menemukan bahwa saat seekor tikus menderita sebuah luka infeksi dalam tubuhnya (sepsis), dalam darahnya mengandung banyak sekali histone. Hal ini juga ditemukan pada primata dan manusia.

Protein histone dalam keadaan normal berada di dalam inti sel, di antara helai-helai DNA. Tugasnya mengatur DNA, memerintah mereka untuk meliuk sehingga mempunyai karakter double helix.

Ketika sel tersebut rusak akibat benturan atau penyakit, histone terlepas ke dalam pembuluh darah. Di sana dia menjadi ganas karena memakan dinding pembuluh darah, menyebabkan pendarahan di dalam tubuh. Pendarahan yang tak bisa dikendalikan bisa menyebakan kematian karena manusia tersebut akan kehabisan darah.

“Saat kami mengerti bahwa histone menjadi begitu beracun, kami segera bekerja mencari cara untuk menghentikan sifatnya yang destruktif itu,” kata Dr Charles Esmon dari OMRF.

sebelumnya Marc Monestier, peneliti dari Temple University in Philadelphia, telah menemukan sebuah tipe antibodi yang spesifik, yang dikenal dengan nama monoclonal, yang dapat menghentikan histone.

Penemuan ini berdasarkan pengamatan terhadap pasien dengan kelainan kekebalan tubuh (auto-immune), di mana mereka membentuk antibodi terhadap protein itu di dalam inti sel tubuh mereka, namun belum diketahui bagaimana hal itu terjadi.

Antibodi yang ditmukan OMRF dibuat dari antibodi tikus yang mengalami kelainan kekebalan tubuh. Antibodi itu kemudian diuji-cobakan kepada tikus yang mengalami sepsis, dan mendapati efek racun dari histone berhenti, dan tikus tersebut sembuh.

Sekarang mereka ingin mencoba antibodi itu kepada primata, dan akhirnya manusia. Apakah antibodi itu juga bekerja sama baiknya seperti halnya di tubuh tikus.

Dr Esmon mengatakan mamalia memiliki histone yang serupa, karena protein itu seperti bentuk dasar bangunan. Karena itu dia yakin antibodi dari tikus itu seharusnya juga bekerja dengan baik pada manusia.

“Kami pikir terjadi adaptasi selama evolusi. Jutaan tahun lalu mamalia tidak mati karena serangan jantung atau kecelakaan lalu lintas, tapi karena infeksi. Saat itu sistem pertahanan tubuh berusaha sekuat mungkin untuk mengatasi itu ” ujar Dr Esmon.

“Kami percaya histone di inti sel adalah bagian dari sistem awal dari tubuh untuk bertahan hidup,” imbuhnya.

Presiden OMRF, Dr Stephen Prescott, mengatakan bahwa penemuan ini memberikan pengertian mengapa pada kasus-kasus tertentu pendarahan terjadi seperti air terjun kecil yang mematikan.

“Jika kita berhasil mengontrol luka yang pertama berarti dapat mencegah terjadinya efek domino yang biasanya menikuti,” katanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: