Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Penelitian Terkait Pengalaman Ibu yang memiliki bayi preterm
1. Lindberg dan Ohrling pada tahun 2008 meneliti tentang pengalaman mempunyai bayi lahir prematur dari perspekstif ibu di Swedia Utara. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian melibatkan 6 ibu menunjukan bahwa mereka tidak memiliki kesiapan saat menjadi ibu dari bayi prematur; memiliki bayi prematur merupakan pengalaman yang membuat cemas; perjuangan yang sangat berat juga dialami untuk tetap dekat dengan bayi mereka yang dirawat di NICU; dan berdampak pada kehidupan keluarga; serta ibu merasa mampu menghadapi situasi tersebut jika mendapat banyak dukungan dari suami, staff perawat, dan keluarga. Peneliti menyimpulkan bahwa dukungan dan pengetahuan membuat kemungkinan bagi para ibu untuk mengatasi masalah mereka saat memiliki bayi prematur, serta situasi yang dialami Ibu dapat difasilitasi oleh perawat dengan memberi pengetahuan dan pengertian tentang situasi yang dialami.
2. Danerek dan Dykes pada tahun 2006 meneliti tentang model teoritis pengalaman ketakutan orang tua dengan kelahiran preterm di Swedia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain explanatory dengan wawancara terpisah pada ayah dan ibu serta menggunakan the grounded theory method. Peneliti menemukan kategori inti “inter-adapting” dan berikut tiga kategori dan 6 subkategori yang muncul yaitu interaksi (berkomunikasi dengan penyedia pelayanan, bersama-sama dengan keluarga melewati masa suram, pencarian pemberdayaan selama kehamilan dan kelahiran); pengorganisasian kembali (perubahan pada situasi keluarga yang baru); dan kepedulian (menerima keterbatasan kesehatan janin, berharap pada bayi, dan ikut berpartisipasi dalam perawatan). Kesimpulan dari penelitian adalah selama ibu tinggal di rumah sakit, pengalaman yang membuat cemas adalah ketika ibu berkonsentrasi pada bayinya namun terpisah dari keluarga. Orang tua bersedia untuk mengatasi situasi dengan beradaptasi bersama satu sama lain.
3. Lee, Long, dan Boore tahun 2008 meneliti tentang pengalaman wanita taiwan menjadi ibu dari BBLSR preterm dengan metode penelitian kualitatif pendekatan grounded theory pada 26 ibu. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman menjadi seorang ibu yang memiliki bayi berat lahir rendah preterm adalah pengalaman krisis yang tidak terduga. Ibu menghadapi masa-masa yang sulit saat bayinya harus dirawat di NICU. Ibu berusaha untuk tetap berinteraksi semaksimal mungkin dengan bayinya. Hasil penelitian lebih lanjut didapatkan bahwa ibu dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi karena mendapat dukungan dari petugas pelayanan kesehatan profesional dan hubungan sosial lainnya.
4. Rahayu pada tahun 2010 melakukan penelitian tentang koping ibu terhadap bayi berat lahir rendah (BBLR) yang menjalani perawatan intensif di ruang NICU RSUP Dr. Karyadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah keuangan, lingkungan, kondisi bayi dan adanya keterpisahan antara ibu dengan bayi merupakan beberapa hal yang dianggap penyebab timbulnya stres (sumber stres) pada ibu dengan bayi BBLR yang dirawat di NICU. Respon stres pada ibu meliputi respon secara psikologis dan fisiologis. Dukungan sosial, aset ekonomi dan motivasi diri merupakan beberapa hal yang dapat membantu ibu dalam menghadapi adanya stres (sumber koping).
5. Sitohang pada tahun 2009 meneliti tentang pengalaman ibu yang memiliki bayi preterm di RS Dr Pringadi Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti dari ketujuh partisipan mengenai pengalaman ibu yang memiliki bayi preterm adalah perasaan ibu melihat bayi pertama kali meliputi senang, sedih, senang campur sedih, cemas, pasrah, takut dan khawatir. Perawatan bayi preterm meliputi menjaga suhu tubuh bayi menggunakan lampu 30 watt, botol-botol hangat, dan baby oil. Informasi tentang perawatan bayi preterm meliputi tenaga kesehatan, tetangga, keluarga. Persiapan ibu merawat bayi preterm di rumah meliputi bayi biasa, sudah ada persiapan dan belum ada persiapan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ibu-ibu yang memiliki bayi preterm di RS Dr. Pringadi Kota Medan pengetahuan tentang bayi preterm dan bagaimana cara perawatannya masih kurang.

Birgitta Lindberg. Experiences of Having A Prematurely Born Infant from The Perspective of Mothers in Northern Sweden. International Journal of Circumpolar Health. Volume 67:5. 2008. 461-471

Margaretha Danerek. A Theoretical Model of Parent’s Experiences of Threat of Preterm Birth in Sweden. International Journal of Nursing Practice. Volume 24. 2006. 416-424

Hetty M. Sihotang. Pengalaman Ibu yang Memiliki Bayi Prematur di RS. Dr Pringadi Medan. 2009. 20 Februari 2012. Diakses dari http://repository.usu.ac.id/
Eny Rahayu. Koping Ibu Terhadap Bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang Menjalani Perawatan Intensif di Ruang NICU RSUP DR Karyadi.2010. Diakses dari http://www.eprints.undip.ac.id

Lynna Y. Littleton, Joan C. Engebreston. Maternal, Neonatal, and Women’s Health Nursing. Newyork : Delmar Thomson Learning. 2002

Shu-Nu C. Lee. Taiwanese Women’s Experiences of Becoming A Mother to A Very-Low-Birth-Weight PretermInfant : A Grounded Theory Study. International Journal of Nursing Studies. Volume 46. 2008. 326-327

About these ads

Comments on: "Jurnal tentang Pengalaman Ibu yang memiliki bayi preterm" (1)

  1. Tq so much dear……akan kubuat referensi buat disertasiku yah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: