Akan ku tulis hal yang ku suka dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Askep Nefrolithiasis

  1. PENGKAJIAN

Pasien yang diduga mengalami batu ginjal dikaji terhadap adanya nyeri dan ketidaknyamanan. Keparahan dan lokasi nyeri ditentukan bersamaan dengan radiasi nyeri. Pasien juga dikaji akan adanya gejala yang berhubungan seperti mual, muntah, diare, dan distensi abdomen. Pengkajian keperawatan mencakup observasi tanda-tanda infeksi traktus urinarius (menggigil, demam, disuria, sering berkemih, dan hesistenncy) dan obstruksi (berkemih sering dalam jumlah sedikit, oliguris, atau anuria). Selai  itu urin diobservasi akan adanya darah dan disaring untuk kemungkinan adanya batu atau kerikil.

Riwayat difokuskan pada factor predisposisi penyebab terbentuknya batu di traktus urinarius atau factor pencetus episode kolik renal atau ureteral. Factor predisposisi penyebab terbentuknya batu mencakup riwayat adanya batu dalam keluarga, kanker atau gangguan pada sumsum tulang, atau diet tinggi kalsium atau purin. Factor yang dapat mencetuskan pembentukan batu pada pasien yang terkena batu ginjal mencakup episode dehidrasi, imobilisasi yang lama, dan infeksi. Pengetahuan pasien tentang batu renal dan upaya untuk mencegah kejadian dan kekambuhan juga dikaji.

  1. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
  1.                          a.      Gangguan rasa nyaman (nyeri pada daerah pinggang) berhubungan dengan cedera jaringan sekunder terhadap adanya batu pada ureter atau pada ginjal
  2.                         b.      Kecemasan berhubungan dengan kehilangan status kesehatan.
  3.                          a.      Gangguan rasa nyaman (nyeri pada daerah pinggang) berhubungan dengan cedera jaringan sekunder terhadap adanya batu pada ureter atau pada ginjal
  1. INTERVENSI

Tujuan : rasa sakit dapat diatasi/hilang

Kriteria : kolik berkurang/hilang, pasien tidak mengeluh nyeri, dapat beristirahat dengan tenang.

1)      Kaji intensitas, lokasi dan tempat/area serta penjalaran dari nyeri.

2)      Observasi adanya abdominal pain

3)      Kaji adanya keringat dingin, tidak dapat istirahat dan ekspresi wajah.

4)      Jelaskan kepada pasien penyebab dari rasa sakit/nyeri pada daerah pinggang tersebut.

5)      Anjurkan pasien banyak minum air putih 3 – 4 liter perhari selama tidak ada kontra indikasi.

6)      Berikan posisi dan lingkungan yang tenang dan nyaman.

7)      Ajarkan teknik relaksasi, teknik distorsi serta guide imagine

8)      Kolaborasi dengan tim dokter  pemberian obat-obatan Analgetic, Narkotic atau Anti Spasmodic

Kriteria NOC :

1)      Pain Control (kontrol nyeri)

a)      Mengenal penyebab nyeri

b)      Mengenal onset nyeri

c)      Tindakan pencegahan

d)     Tindakan pertolongan non-analgetik

e)      Menggunakan analgetik dengan tepat

f)       Mengenal gejala nyeri

g)      Melaporkan gejala-gejala kepada tenaga kesehatan profesional

h)      Melaporkan kontrol  nyeri

i)        Menggunakan catatan nyeri

2)      Pain Level (tingkat nyeri)

a)      Melaporkan nyeri

b)      Pengaruh pada nyeri

c)      Frekuensi nyeri

d)     Lamanya episode nyeri

e)      Kegelisahan

f)       Perubahan rata-rata respirasi

g)      Perubahan nadi

h)      Perubahan tekanan darah

  1.                         b.      Kecemasan berhubungan dengan kehilangan status kesehatan.

Tujuan : klien terhindar dari kecemasan.

Kriteria NOC :

1)      Kontrol Cemas

a)      Monitor tingkat cemas

b)      Hilangkan faktor-faktor penyebab cemas

c)      Cari informasi untuk mengurangi cemas

d)     Rencanakan strategi koping untuk situasi stress

e)      Kontrol respon cemas

f)       Mempertahankan konsentrasi

2)      Koping

a)      Mengidentifikasi pola koping yang efektif

b)      Mengontrol rasa verbal

c)      Mencari informasi yang terkait dengan penyakit dan penanganannya

Kriteria NIC :

1)      Sediakan informasi yang aktual terkait dengan diagnosa pengobatan perawatan prognosisnya.

2)      Bantu pasien untuk mengidentifikasi situasi cemas.

3)      Kontrol stimulus jika memungkinkan selama pasien membutuhkan.

4)      Intruksikan pasien menggunakan relaksasi.

5)      Berikan pengobatan untuk menurunkan cemas.

6)      Identifikasi perubahan level cemas.

7)      Berikan ketenangan.

  1. EVALUASI
  1.                          a.      Menunjukkan berkurangnya nyeri
  2.                         b.      Menunjukkan peningkatan perilaku sehat untuk mencegah kekambuhan.

1)      Mengkonsumsi masukan cairan dalam jumlah besar (10-12 gelas perhari)

2)      Melakukan aktivitas yang sesuai

3)      Mengkonsumsi diet yang diresepkan untuk mengurangi factor predisposisi pembentukan batu.

4)      Mengidentifikasi gejala yang harus dilaporkan ke tenaga kesehatan (demam, menggigil, nyeri panggul, hematuria).

5)      Memantau pH urin sesuai anjuran

6)      Mematuhi medikasi seperti dianjurkan untuk mengurangi pembentukan batu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: